Maraknya Kekerasan Seksual, Buah dari Penerapan Sistem Sekuler

oleh

Oleh Fitriani S.Pd

(Praktisi Pendidikan Baubau)


Kasus kejahatan seksual pada anak memang tiada habisnya. Datang silih berganti mewarnai layar kaca. Kasus ini masih menjadi permasalahan yang tidak dapat dianggap remeh oleh negeri yang mayoritas berpenduduk muslim ini. Jumlahnya terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencatat adanya peningkatan permohonan perlindungan kekerasan seksual pada anak. Bahkan jumlah ini melebihi tindak pidana lain. Parahnya, 90 persen pelaku kejahatan seksual pada anak merupakan orang terdekat. ( nasionalokezone.com, 03/08/2019)

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A-PPKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di tahun 2019 mencapai 124 kasus. Belum lama ini, kasus kekerasan dalam bentuk pemerkosaan terjadi di kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Adalah Ningsih, siswa disalah satu Sekolah Menengah Atas yang hamil 8 bulan akibat diperkosa berkali-kali oleh kakak iparnya sendiri berinisial SP. (Bumisultra.com, 24/02/2020)

Fenomena kekerasan seksual yang terus merebak bahkan menyasar anak-anak amatlah memprihatinkan. Ibarat gunung es, yang tampak hanya dipuncaknya saja, sedangkan bagian bawahnya sulit dideteksi.

Akibat Sekularisme

Tidak akan ada asap jika tidak ada api. Kasus kekerasan seksual pada anak seperti yang terjadi di Kolaka Utara maupun di wilayah lain di negeri ini tentu memiliki sebab yang sampai saat ini belum ditemukan benang merahnya. Walhasil kasus serupa terus berdatangan. Selalu mengancam dan mengintai anak-anak kita.

Maka jika ditela’ah lebih dalam, kasus kejahatan seksual yang marak tidak terlepas dari sistem sekuler yang diterapkan di negeri ini. Aturan agama dipisahkan dari kehidupan oleh negara, sehingga kebebasan berperilaku dan berbuat menjadi sesuatu yang biasa dilakukan. Walhasil lahirlah masyarakat yang miskin keimanan dan ketakwaannya kepada Allah sang pencipta. Tidak peduli halal atau haram, benar atau salah. Semua bebas dilakukan demi terpenuhinya obsesi dan keinginan. Padahal, nilai kebebasan yang dikandung sistem inilah yang menjadi racun mematikan bagi akal dan naluri manusia. Sebab ketika pemahaman agama tidak menjadi standar perilaku, maka hawa nafsu menjadi penentu. Akibatnya, orang berlomba memenuhi kebutuhan jasmani sesuka hatinya.

Apalagi sistem (sekuler ) yang diterapkan oleh negara juga melanggengkan muatan pornografi dan porno aksi terpampang di dunia maya tanpa ada batasan. Terlebih dengan kecanggihan teknologi hari ini, sehingga konten-konten “panas” makin mudah diakses dan disebar. Walhasil di kehidupan nyata, para pecandunya semakin termotivasi dan terobsesi untuk mempraktikkannya di dunia nyata bahkan bersama keluarga terdekat sekalipun jika ada kesempatan.

Disisi lain paham sekuler telah membuat perempuan tak sedikit yang berpakaian mengumbar aurat, sensualitas bahkan erotisme di depan umum. Hal ini sebenarnya wajar dalam alam sekularisme, karena dalam filosofinya, pakaian yang bagus adalah yang mampu mempercantik/mempertampan seseorang. Karena itu pakaian harus mampu menonjolkan kelebihan tubuh pemakainya. Padahal, disadari atau tidak, hal inilah yang kemudian berpeluang mengundang kejahatan seksual seperti mengundang syahwat di mana-mana. Jika syahwat butuh pemenuhan, siapa saja bisa dijadikan sasaran empuknya.

Syariah Islam Solusinya

Kejahatan seksual niscaya tidak akan terjadi jika saja masyarakat memiliki ketakwaan yang kuat. Seorang muslim yang bertakwa akan tidak berani melakukan penganiayaan kepada orang lain, apalagi kepada kaum wanita.  Dia yakin bahwa perbuatan jahat sekecil apa pun tetap akan dihisab dan dibalas oleh Allah SWT. Maka, sekalipun ada peluang melakukan kejahatan seorang yang bertakwa tidak akan mau melakukannya.

Selain itu, aksi kejahatan seksual juga tidak akan meruyak apabila sistem pergaulan Islam diberlakukan. Dalam pergaulan Islam, laki-laki diperintahkan untuk menundukkan pandangan dari memandang aurat perempuan dan untuk menjaga kemaluan.

Katakanlah kepada mukmin laki-laki: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” (TQS. an-Nûr [24]: 30).

Di sisi lain, para muslimah diperintahkan untuk berpakaian menutup aurat dan tidak menampakkan aurat mereka kepada laki-laki yang selain mahram (QS an-Nur [24]: 31).  Begitu pun ketika keluar rumah, para wanita diperintahkan selain mengenakan kerudung juga mengenakan jilbab yakni semacam baju kurung atau jubah di luar pakaian rumahan mereka (QS al-Ahzab [33]: 59).

Islam tegas melarang apa saja yang mendekatkan kepada zina.  Untuk itu negara harus melarang semua faktor yang bisa memicu dan mendorong ke arah sana, seperti konten pornografi dan porno aksi.  Negara juga diwajibkan untuk membina keimanan dan ketakwaan masyarakat termasuk mengajarkan hukum-hukum syariah kepada mereka.

Terakhir, Islam menjatuhkan sanksi hukum yang tegas yang bisa mencegah kejahatan dan memberi efek jera. Abdurrahman al-Malikiy di dalam Nizhâm al-Uqûbât menuliskan bahwa pelaku pelecehan atau pencabulan bila tidak sampai memerkosa korbannya maka akan dikenakan sanksi penjara 3 tahun, ditambah jilid dan pengusiran. Tetapi bila memerkosa, maka pelakunya dijilid 100 kali jika ghayru mukhshan -belum pernah menikah- (QS an-Nur [24]: 2); dan dirajam hingga mati jika pelakunya mukhshan (sudah pernah menikah). Jika disertai kekerasan, maka atas tindakan kekerasan itu juga dijatuhkan sanksi tersendiri sesuai hukum syara.

Dengan demikian, kasus kejahatan seksual seperti pemerkosaan yang terjadi di Kolaka akan terhenti. Namun kemuliaan para wanita dan keamanan anak hanya bisa terjaga dengan syariah Islam saja. Sebab Islam sesungguhnya adalah agama yang memiliki seperangkat aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Maka sudah saatnya syariah Islam segera kita terapkan kembali di untuk mengatur seluruh kehidupan. Wallahu A’lam Bissawab

Editor : Rj | Publizher : Iksan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart