Persuasi Kesetaraan Gender Menjelang International Women’s Day

Yusfira
Yusfira
  •  
  •  
  •  

Oleh : Yusfira

(Mahasiwi ITP)


Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) yang jatuh pada tanggal 8 Maret yang keberadaanya diakui oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada tahun 1975. menjelang International Women’s Day, Dr Tedros Adnamon Ghebreyesus dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti masih sulitnya akses pelayanan kesehatan mendasar bagi perempuan dunia. menurut Tedros International Women’s Day merupakan kesempatan untuk tidak hanya mempromosikan dan melindungi kesehatan perempuan, tetapi juga menyoroti peran vital mereka.

Secara global 70 persen tenaga kesehatan adalah perempuan tetapi hanya 25 persen yang mampu berperan hingga level manajemen. WHO berkomitmen untuk mempersuasikan kesetaraan gender terutama bagi tenaga kesehatan. ”Kami cukup bangga kami telah mencapai kesetaraan gender dalam tim kepemimpinan senior kami dikantor pusat WHO, meskipun kami tahu masih adayang harus kami lakukan dibagian lain organisasi”, ujar Tedros dilansir dari laman Liputan6.com (8/3/2020).
Dilansir dari laman Tempo.CO pada hari jumat (6/3/2020) Menjelang International Women’s Day, masyarakat juga dikejutkan dengan berbagai fakta tentang kekerasan terhadap perempuan. Komisi nasional anti kekerasan terhadap perempuan (Komnas perempuan) mencatat terjadi jumlah kenaikan kekerasan terhadap anak perempuan (KTAP) sepanjang 2019, Komnas mencatat terjadi 2.341 kasus atau naik 65 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 1.417 kasus.

WHO dengan bangganya menyerukan kesetaraan gender menjelang International Women’s Day, dimana isu ini menghendaki kaum laki-laki dan perempuan menjadi sama dan setara dalam segala hal. Kesetaraan gender merupakan ide rusak liberal yang dipersembahkan sebagai solusi terhadap problematika perempuan di dunia dalam jeratan kapitalis global. Upaya ini muncul untuk menyerang Islam dengan mengikis sedikit demi sedikit aqidah kaum muslim. Ide ini mempromosikan agar perempuan muslim (Pencetak generasi peradaban) untuk mengambil peran yang tidak sesuai dengan tabiatnya. Budak-budak pemikiran barat dengan gencarnya menebar ide rusak ini dan mengkambing hitamkan pembaharuan Islam.

Lemahnya keyakinan dan dangkalnya wawasan keagamaan menjadi problem utama yang menyebabkan ide rusak ini dengan mudahnya bercokol kepemikiran muslim tanpa filter yang menyaringnya. Sehingga tidak jarang banyak perempuan yang beragumen bahwa Islam itu mengekang merka maka dianggap perlu perjuangan untuk diterima dikalangan sosial sebagaimana laki-laki. Seolah-olah perempuan mampu bahagia jika bersaing dengan laki-laki disegala bidang. Konsep keluarga ala kesetaraan gender yang memberikan kebebasan dan kesetaraan secara total berujung pada problem sosial yang pelik.
Sebagai seorang muslim dan muslimah perlu kita ketahui jika Islam datang dengan kesempurnaan ajarannya. Sudah seharusnya kita harus mengambil semua ajaran Islam secara kaffah, termasuk bagaimana agama sempurna ini mengatur perempuan. Disaat ajaran lain menghinakan perempuan, Islam mengatur bukan hanya sekedar hak perempuan, kemuliaan mereka juga dijunjung tinggi sebagai ummu wa rabbatul bait, ibu dan pengatur rumah tangga, penyangga kemuliaan generasi dan arsitek peradaban Islam dimasa depan.

Sifat kemanusiaan laki-laki dan perempuan adalah hamba Allah, yang mempunyai kewajiban yang sama untuk bertakwa kepadanya. Allah berfirman dalam alquran surah Al-Hujurat ayat 13,
“Wahai manusia, sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah maha mengetahui, maha teliti”
Sudah saatnya aturan yang menjanjikan kemuliaan manusia (Aturan Islam kaffah)  ini diterapkan secara totalitas dalam oleh satu negara. Sistem inilah yang akan menyelesaikan problematika umat secara adil dan kaffah. Dalam ideologi Islam lah para penguasa dan rakyat saling berpegangan tangan dengan erat serta saling merangkul dalam melaksanakan ketaatan untuk meraih keridhaan Allah.

Editor : Rj | Publizher : Iksan

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co