DPRD Konsel Bentuk Pansus

oleh
Senawan

Reporter : Akbar Pridiansyah | Editor : Armin | Publizher : Iksan


KALOSARA NEWS : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya membentuk Panitia Khusus (Pansus) keterlambatan keuangan daerah. pembentukan Pansus tersebut berdasar pada surat empat Fraksi kepada unsur pimpinan DPRD Konsel.

“Pembentukan Pansus ini, adalah tindak lanjut surat 4 fraksi yang masuk kepada unsur pimpinan DPRD Konsel. Rapat dihadiri oleh anggota fraksi Golkar, PDIP, Nasdem, Hanura, PAN serta Demokrat,” ujar Wakil DPRD Konsel, Senawan Silondae, yang juga terpilih sebagai ketua Pansus. Kamis, 26/3/2020.

Menurut Senawan, kondisi keuangan yang makin memprihatinkan menjadi alasan terbentuknya Pansus itu. Disebutkannnya, gaji ASN dan honorer mengalami keterlambatan pembayaran. Memasuki bulan April, Dana Desa (DD), serta dana Alokasi Dana Desa (ADD) serta dana-dana lainnya belum juga dicairkan.

“Hitungan kami, jika tidak ada langka kongkrit DPRD untuk mempresur eksekutif terkait masalah kelambatan keuangan daerah yang terjadi saat ini. Kami pikir akan terus mandek sampai satu tahun anggaran kedepan. Walaupun kemarin kami sudah melakukan RDP dengan TAPD dan jawabannya selalu sama hanya kamuflase, bahwa ini terjadi ketidakseimbangan antara dana transfer dan dana pembiayaan,” ujar Ketua PDIP Konsel ini.

Kesal senawan, apa sebenarnya yang dibiyayai Pemda, sehingga lebih besar pengeluaran dibanding dana masuk. Harusnya, lanjut dia, dari sisi perencanaan TAPD telah merencanakannya dengan matang.

Pihaknya menilai, terdapat indikasi tata kelola keuangan yang tidak baik. Sebab jika bicara gaji, pemerintah pusat per tanggal 1 telah mentransfer ke daerah, dan kenyataannya pembayarannya selalu terlambat.

“Pembentukan Pansus ini bukan kepentingan pribadi dan lembaga kami, namun semata-mata kepentingan masyarakat dan daerah. Hasil dari kerja Pansus nanti, jika ditemukan ada kesalahan dan kejanggalan dalam mengelola keuangan, maka kami akan merekomendasikan ke BPK untuk dilakukan audit khusus, karena di daerah-daerah lain tidak terjadi seperti ini,” pungkasnya.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart