BPJS Batal Naik, Benarkah Layanan Kesehatan Bagi Rakyat ??

oleh
Ervina Nurfiani
Ervina Nurfiani

Oleh : Ervina Nurfiani

(Mahasiswi Dan Aktivis Dakwah)

Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan Perpres No. 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan yang mengatur kenaikan iuran BPJS. Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jawa Timur, dr Dodo Anondo memastikan iuran BPJS batal naik tidak akan berdampak pada pelayanan rumah sakit. Dodo menjelaskan bila iuran BPJS naik, pihak rumah sakit akan senang karena utang akan cepat dibayar oleh BPJS. Namun PERSI Jatim tak mempermasalahkan bila iuran BPJS batal naik.

Mantan Dirut RSU dr Soetomo ini menjamin, standar pelayanan rumah sakit tetap baik, Karena naik atau turunnya iuran BPJS tidak akan mengubah standar pelayanan rumah sakit. Dodo berharap, BPJS segera membayar utang di rumah sakit. Karena, bila berbulan-bulan molor, bisa-bisa rumah sakit kolaps, khususnya rumah sakit swasta yang punya masalah keuangan.(kronologi Id, 10/3/2020).
Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyayangkan keputusan tersebut, lantaran dapat memengaruhi ketahanan lembaga asuransi negara kita,  Ia menjelaskan keputusan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang tertuang dalam perpres tersebut diambil pemerintah dengan mempertimbangkan seluruh aspek. Meski demikian, ia memahami keputusan tersebut tak dapat memuaskan seluruh pihak. Adapun aspek tersebut, antara lain keberlangsungan program jaminan kesehatan nasional dan keadilan. Ia menyebut kini terdapat 96,8 juta masyarakat yang dianggap tidak mampu dan dibayar negara. Sehingga bagi yang mampu diminta untuk ikut bergotong-royong. Agar bisa tetap memberi pelayanan, tetapi tetap memiliki ketahanan dan keberlangsungan.
Pemerintah juga akan meninjau kembali bagaimana dampak yang akan terjadi dari keputusan MA tersebut. Sri Mulyani pun menegaskan bahwa keputusan MA tersebut memiliki konsekuensi yang besar terhadap jaminan kesehatan Nasional (JKN).  Namun  ia yakin,  pasti akan ada langkah-langkah pemerintah untuk mengamankan kembali JKN itu secara berkelanjutan.
 Sebagai informasi, Perpres Nomor 5 Tahun 2019 menetapkan kenaikan iuran pada hampir seluruh peserta BPJS Kesehatan. Kenaikan iuran peserta mandiri bahkan mencapai hingga dua kali lipat. Besaran iuran tersebut sesuai dengan usulan yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. (katadata co, id 10/3/2020).
 Pengurus Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) dr Muhammad Makky Zamzami menuturkan, harus ada jalan tengah agar persoalan itu segera menemui kebijakan tepat untuk masyarakat. Karena pada prinsipnya ketika dibatalkan oleh MA, yang nampak nyata akan ada kerugian sebesar Rp13 triliun. Karena itu, keputusan pembatalan kenaikan oleh MA tetap bukanlah solusi bagi masyarakat Indonesia. Ia menegaskan, pemerintah perlu menyambut keputusan MA ini dengan menyelamatkan Rumah Sakit yang tertunda pembayarannya. Kepada pihak BPJS, diminta untuk memiliki strategi aplikatif agar ribuan rumah sakit tidak merugi.(nur or, id 10/3/2020)
Menurut anggota Komisi IX DPR Nur Nadlifah, menurutnya penolakan terhadap kenaikan iuran BPJS untuk peserta PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) kelas III yang jumlahnya mencapai 19,9 juta orang itu sudah sangat memberatkan. Apalagi keputusan ini tidak menaikkan iuran BPJS kelas III yang sudah disepakati dalam rapat gabungan antara Komisi IX DPR, Kemenkes, BPJS dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) pada November 2019 lalu (tribunnews, com 10/3/2020).
Sungguh hidup dinegara berasaskan Kapitalis ini bukan saja membuat sakit kepala, tetapi minimbulkan sesak dada bagi rakyatnya. Bagaimana tidak, mereka yang seharusnya menjadi tanggung jawab bagi pemimpinnya, malah dianggap sebagai beban. Bahkan Pemerintah juga nampak kesulitan mencari solusi atas kerugian/defisit operasional BPJS tersebut. Akibatnya rakyat lagi yang akan menjadi sasaran dari kerugian yang akan terjadi akibat Kebijakan pembatalan kenaikan iuran BPJS. Yang tadinya rakyat sudah dicekik dengan naiknya iuran BPJS dua kali lipat, kini beban Rakyat akan ditambah lagi dari dampak pembatalan kenaikan iuran BPJS tersebut, yang akhirnya akan mengakibatkan dicabutnya subsidi, naiknya bbm dan semakin naiknya harga bahan pokok makanan.
Dari fakta diatas menjadi bukti, bahwasannya layanan kesehatan BPJS yang selama ini di gadang-gadangkan oleh pemerintah sebagai layanan kesehatan bagi masyarakat, ternyata hanyalah sebagai alat kapitalisme belaka. Karena, yang seharusnya layanan kesehatan masyarakat itu di tanggung oleh pemerintah, namun pada faktanya sumber pemasukannya mengandalkan iuran dari rakyatnya. Yang mana ini hanya akan menambah beban lagi bagi masyarakatnya. Apa lagi jika masyarakat tersebut menunggak dalam melakukan pembayaran iuran BPJS, maka akan terancam tidak dilayani pelayanan kesehatannya. Yang katanya, secara gratis.
Jelas berbeda, jika dibandingkan pelayanan kesehatan ala sistem Demokrasi dan layanan kesehatan ala sistem Islam. Yang mana, layanan kesehatan ala Demokrasi hanya menambah beban dan tidak memberikan solusi bagi kebutuhan rakyatnya khususnya terhadap pelayanan kesehatan. Beda halnya dengan sistem pelayanan kesehatan ala islam,  yang mana dalam islam  Rumah sakit, klinik dan fasilitas kesehatan lainnya merupakan fasilitas publik yang diperlukan oleh rakyat dalam melakukan pengobatan. Dan pengobatan juga merupakan bagian fasilitas publik yang mana Negara wajib menyediakan semua itu untuk rakyat, Termasuk pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakatnya dan itu menjadi kewajiban sepenuhnya kepada Negara untuk menyediakannya.
Dalam sistem islam juga Negaralah yang menanggung seluruh kebutuhan dasar masyarakatnya baik itu sandang, pangan dan papan. Serta menanggung kebutuhan pendidikan dan pelayanan kesehatan. Ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW :
Pemimpin (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggungjawab atas rakyatnya.  (HR al-Bukhari dari Abdullah bin Umar)
Sehingga kebutuhan pokok masyarakat akan terpenuhi dan akan menciptakan kesejahateraan bagi masyarakatnya.  Dan ini semua tentu akan terwujud dalam pemerintahan islam, yaitu Daulah khilafah ‘ala minhaji nubuwwah . Wallahu a’lam bis-shawab.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart