Jaga Perasaan Guru

oleh

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba

(Siswi SDII Luqman Al-Hakim 02 Batam)


Bagaimana kabar teman-teman? Semoga sehat ya. Apa kabar moral pelajar? Adab yang harus diperhatikan dalam skala besar. Akhir-akhir ini penulis dikejutkan dengan cerita seorang murid yang meremehkan alias tidak menghargai gurunya dengan berkata-kata yang tidak pantas.

Ya, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Mirisnya, ini hanya satu dari sekian banyak kasus. Bahkan, ada yang sampai melukai gurunya dengan menyerang fisik dan lain sebagainya. Yang membuat penulis tergelitik untuk sedikit membahas masalah ini karena yang melakukan hal-hal tersebut adalah kebanyakan dari mereka mengaku beragama Islam.

Lantas, apa yang ada dalam benak mereka hingga sanggup melakukan hal yang demikian nista? Setiap akibat tentu ada sebab musababnya. Ya tentunya banyak faktor yang mempengaruhi, antara lain, pertama, belum memahami adab terhadap guru. Padahal seharusnya adab itu terlebih dahulu dimiliki sebelum ilmu. Karena dengan memahami dan mengamalkan adab, niscaya ilmu itu akan mudah diterima atas izin Allah Swt.

Kedua, orang tua dan keluarga kurang berperan. Ini akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Termasuk menanamkan adab sejak dini serta memberikan keteladanan yang baik. Namun faktanya tidak demikian, jauh api dari panggang. Orang tua sekarang justru cenderung lebih sibuk dengan aktivitas di luar. Sehingga, tidak sempat untuk mengkaji Islam.

Lalu, bagaimana pandangan Islam mengenai masalah adab ini? Dalam Islam, jelas bahwa adab terhadap guru adalah modal utama dalam menuntut ilmu. Sebab, apabila guru sudah kecewa atau tersinggung, maka jangan pernah berharap untuk mendapatkan keberkahan ilmu tersebut.

Oleh karena itu, sebagai pelajar atau penuntut ilmu sudah menjadi keharusan untuk menta’zimkan pemilik ilmu (guru) dan ilmu itu sendiri dimanapun kita berada. Selama ilmu itu tidak menyalahi aturan Allah Swt dan Rasulullah Saw. Sebab, dalam kitab Adab Sulukil Murid, ada hadits yang mengatakan bahwa, “Hal yang paling berbahaya bagi seorang murid adalah membuat guru tersinggung.”

“Jikalau semua guru yang ada di Timur dan Barat berkumpul untuk memperbaiki keadaan si murid, maka mereka tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridho dan kembali kepadanya.” Wallahu ‘alam bisshawab.

Editor : Rj | Publizher : Iksan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart