Tolong Menolong “pencitraan” di Tengah Covid

oleh

Oleh : Asman Budiman


Dalam titah Alquran Allah Swt berfirman “Tolong menolonglah kamu dalam hal kebaikan (takwa), dan janganlah kamu tolong menolong dalam keburukan (dosa) (Q.S Al-Maidah: 2)”. Seorang manusia yang beriman, mengerjakan amal saleh merupakan nikmat tersendiri yang mampu dirasakan oleh qalbu setiap insan manusia, tak terkecuali hewan dan tumbuhan yang juga banyak di berikan nikmat oleh Allah Swt. Di bulan suci ramadan kali ini, berbeda dengan bulan ramadan yang lalu-lalu. Kali ini kita di perhadapkan dengan situasi yang membuat kita harus berada di rumah masing-masing dan mengerjakan perintah Allah Swt.

Namun itu semua, tak menyurutkan semangat untuk berbagi sesama kepada orang-orang yang membuthkan uluran tangan dari orang yang dermawan. Di tengah pandemik covid 19 ini banyak kemudian saudara seaqidah kita maupun saudara kita sesama manusia yang banyak kehilangan pekerjaan, bahkan usaha-usaha kecil yang di bangun penghasilannya menjadi menurun. Tentunya jika di lihat dari sudut pandang agama, ini merupakan ujian yang Allah berikan kepada umatnya. Tentunya para otoritas, memiliki tanggung jawab untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya, sehingga tidak ada lagi masyarakat kelaparan karena pandemik ini.

Diktum Allah Swt ayat di atas adalah seruan bagi setiap manusia untuk kemudian saling tolong menolong dalam hal kebaikan, dan jangan kemudian melakukan kegiatan kemanusiaan tersebut karena ada hal yang ingin di ambil manfaat dari masyarakat, serta  agar tidak ada saudara kita yang kekurangan di tengah kegemilangan kita dengan harta yang di miliki. Peran otoritas juga sangat diperlukan di tengah pandemik seperti ini. Membantu masyarakat dengan memberikan haknya serta sesuai dengan kebutuhan merupakan hal yang perlu di apresiasi oleh kita semua. Dari sudut pandang lain, melihat pademik covid 19 dan bulan ramadan ini, merupakan berkah dari Allah Swt untuk kemudian memperbanyak kegiatan menolong sesama. Mungkin saja hati kita akan tergerak untuk bersedekah di bulan ramadan  ini karena melihat pandemik covid 19 yang mulai menggerogoti tatanan kehidupan sosial dan ekonomi kita.

Niatan yang tulus serta qalbu yang suci, serta ikhlas untuk beramal merupakan modal yang utama dalam mengharapkan Ridha Allah Swt. Karena melihat realitas, banyak otoritas yang kemudian memanfaatkan keadaan untuk tolong menolong “pencitraan” di tengah covid 19 ini.  Rasullah Saw telah bersabda semua tindakan yang kita perbuat itu tergantung dari niat. Niatan yang baik akan menghasilkan pahala yang baik pula begitupun sebaliknya. Para otoritas memiliki peran yang sangat penting dalam keadaan seperti ini. Banyak kemudian contoh yang telah diberikan oleh Rasullah serta para sahabatnya yang perlu kita teladani, salah satunya mengambil ibrah dari Khalifah Umar Bin Khatab RA seorang pemimpin (otoritas) teladan yang dikenal soosk yang kerap blusukan ke rumah-rumah penduduk untuk memastikan kondisi mereka.

Waktu malam ditengah yang lain sedang tertidur pulas Umar berkeliaran di malam hari. Karena tidak ingin terlihat oleh orang lain, Umar melakukan pekerjaannya sebagai seorang pemimpin di malam hari untuk  memastikan rakyatnya tidur dalam keadaan kenyang. Bukan kemudian niatan menolong “pencitraan” menyimpan gambar di karung beras, atau sumbangan orang lain yang di titipkan ke otoritas untuk di berikan kepada masyarakat, di atas namakan jabatan atau pribadi yang kemudian mengharapkan pujian dari manusia ataupun ada niatan yang terselubung di balik menolong masyarakat yang kesusahan itu. Allah Swt telah berfirman dalam Quran surah Muhammad ayat 7 “hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolong mu dan menuguhkan kedudukan mu”. Ayat ini ingin menyampaikan bahwa, niatan yang kita ucapakan untuk melakukan perbuatan baik itu semua untuk menolong agama Allah, bukan karena yang lain. Dan Allah berjanji akan meneguhkan kedudukanmu, jika niatan kita benar dan tulus.

Di ayat lain Allah Swt juga mengatakan “Fastabiqul Khairat  (berlomba-lombalah dalam kebaikan). (Al-Baqarah 148)” bukan sebaliknya karena setiap hal sekecil apapun yang kita perbuat akan di mintai pertangung jawabannya. Wallahu A’lam Bishawab

Billahi Fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat.

 Konawe Utara

12 Mei 2020


Editor: Rj | Publizher : Iksan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart