Ini Kesepakatan Antara Pemda dan Bulog Soal Harga Gabah Konawe

oleh

Editor : Rj | Publizher : Iksan


KALOSARA NEWS : Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe yang diwakili Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara bersama Perum Bulog Divre Sultra, Ermin Tora, Kepala Perum Bulog Subdivre Unaaha, Nurhayati Ibrahim, para kepala OPD, pengusaha penggilingan dan perwakilan KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) menggelar pertemuan guna membahas harga gabah di Konawe. Kamis (21/5/2020).

Adapun hasil pertemuan tersebut antara lain. Harga gabah kering panen (GKP) yang kualitas kadar air diatas 25 persen dan kotoran hampa di atas 10 persen, ditetapkan Rp 3.600 per kg di tingkat petani (pembelian oleh peluncur, red). Sedangkan harga GKP sesuai kualitas dan kadar air maksimal 25 persen dan hampa kotoran maksimal 10 persen, tetap mengikuti HPP.

Kedua, pada serapan GKP/beras oleh pihak Bulog/Dolog tetap dilakukan hingga akhir musim panen pada bulan Juli untuk MT I.

Ketiga, pemerintah akan memberikan sarana dan prasarana dalam mendukung pasca panen pada tingkat penggilingan padi melalui Dinas TPHP Konawe, atau pun yang bersumber dari aspirasi DPR RI.

Keempat, dalam rangka menjaga informasi dan pengawasan terhadap harga gabah di tingkat petani maka akan di buat pos pelayanan pengaduan gabah melalui grup WA Pemda dan Bulog/Dolog.

Kelima, Pemda Konawe melalui Dinas Perindagkop segera melakukan uji tera dan kalibrasi terhadap semua alat ukur yang digunakan baik ditingkat petani maupun pengusaha beras di Kabupaten Konawe.

Keenam, di harapkan KTNA bersama-sama pihak penggilingan menjalin mitra dalam hal pembelian gabah di tingkat petani.

Selain keenam poin tersebut, pada pertemuan itu mengatakan, akan membuka kembali keran pembelian gabah oleh tengkulak dari luar daerah. Hal itu dilakukan agar terjadi persaingan pembelian gabah dan bisa menstabilkan harga.

“Antara pengusaha penggilingan dan petani, harus kita selamatkan. Dua-duanya harus sama-sama untung agar roda perekonomian Konawe ini bisa tetap stabil,” jelas Gusli.

Wabup Konawe, pimpinan Bulog, kepala OPD, pengusaha penggilingan dan perwakilan petani saat berfoto bersama.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Sultra, Ermin Tora menegaskan, penggilingan mitra Bulog tidak boleh memainkah harga yang tak wajar. Tidak boleh membeli gabah yang kualitasnya baik denga harga rendah.

“Nanti akan ada sanksi kalau kita temukan,” pungkasnya.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart