Pejuang Wabah Minim Proteksi, Bukti Penguasa Abai

oleh

Oleh : Asma Sulistiawati
(Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton)


Menjadi tenaga medis, mengurusi orang terkena COVID-19 adalah tugas yang berat. Apalagi, di tengah perjuangan para pahlawan kemanusiaan ini, Harus bertaruh nyawa melawan serangan virus corona. Namun alih-alih berjuang di garda terdepan mereka malah disuguhkan pemandangan yang mengiris hati.

Pasalnya di tengah wabah virus corona atau Covid-19, ratusan tenaga medis dipecat. Diketahui, ratusan tenaga medis dipecat saat wabah virus corona tersebut terjadi di RSUD Ogan Ilir. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, yakni sebanyak 109 orang karena melakukan mogok kerja sejak Jumat (15/5/2020) lalu. WARTAKOTALIVE.COM (21/05/2020)

Rasanya pengorbanan para pejuang wabah ini tak sebanding dengan perlakuan yang mereka terima. Sudahlah mereka dibuat kecewa dengan sikap masyarakat yang tak kooperatif dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini, penguasa justru menabur garam diatas luka mereka. Jangankan memberikan perlindungan utuh dengan kebijakan terintegrasi agar pasien covid tidak terus melonjak, bahkan proteksi finansial juga tidak diberikan. Minimnya ADP dan fasilitas kesehatan menjadi pemicu mudahnya terserang wabah. Tanpa adanya proteksi diri yang memadai.

Maka dapat dipastikan akan semakin banyak tenaga kesehatan yang menjadi korban. Sebab merekalah pihak yang paling rentan terpapar virus ini lantaran tiap hari mereka kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. Apalagi tak sedikit tenaga medis yang malah tidak mendapat tunjangan. THR perawat honorer dipotong bahkan ada yang dirumahkan karena RS daerah kesulitan dana.

Penguasa negeri ini pun seolah abai dengan jeritan para tenaga medis yang berjibaku di medan tempur. Mereka terkesan sulit mengeluarkan dana negara untuk menyelamatkan nyawa rakyatnya, sedangkan untuk pembangunan infrastruktur ibu kota baru yang notabene hanya menguntungkan para investor begitu mudah mereka alokasikan.

Pandemi ini telah membuka mata publik akan ketidak mampuan peradaban kapitalisme dalam menjamin keselamatan rakyatnya, termasuk para tenaga kesehatan. Penguasa dalam sistem kapitalisme tak benar-benar hadir sebagai raa’in (pengurus) urusan rakyatnya. Tenaga medis dibiarkan memerangi serangan virus Covid-19 tanpa dibekali persenjataan yang memadai. Bukan hanya minim proteksi fisik, proteksi finansial pun juga tak dipenuhi dengan baik.

Seharusnya kita melihat, betapa Islam menjadi garda terdepan dalam urusan kesehatan. Sejarah mencatat, bahwa kesehatan termasuk ke dalam kebutuhan primer yang wajib disediakan oleh negara. Bahkan rakyat memperolehnya dengan gratis. Karena mindset pemimpin pada saat itu adalah pelayan rakyat.

Salah satunya kebijakan kesehatan yang dilakukan oleh Muhammad Al-Fatih sang penakluk konstantinopel. Beliau dalam memberikan pelayanan kesehatan sungguh luar biasa, di antaranya merekrut juru masak terbaik rumah sakit, dokter datang minimal 2 kali sehari untuk visit pasien. Tenaga medis dan pegawai rumah sakit harus bersifat qona’ah dan juga punya perhatian besar kepada pasien. Keberhasilan peradaban Islam, disebabkan pada paradigma yang benar tentang kesehatan. Nabi SAW bersabda “bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab untuk orang-orang yang dipimpin. Jadi penguasa adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas rakyatnya.”

Betapa luar biasanya perhatian Islam terhadap kesehatan di masa itu. Apalagi perhatian terhadap dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Dengan perhatian yang luar biasa pada pasien, maka Islam dapat dipastikan memberikan fasilitas terbaik untuk tenaga medisnya. Berupa tunjangan dan akses pendidikan mudah dan gratis serta sarana prasarana. Agar mindset yang muncul dalam diri tenaga medis adalah mindset melayani tak semata-mata hitung-hitungan materi.

Islam memberikan perlindungan kepada para tenaga medis yang menjadi garda terakhir wabah dengan diberlakukannya karantina wilayah. Ini semata-mata dilakukan untuk mencegah semakin merebaknya wabah. Maka wabah tak akan sempat menjadi pandemi. Dengan terpusatnya wabah di satu wilayah saja, memudahkan para tenaga medis untuk fokus dan segera memberikan penanganan. Kita seharusnya memakai solusi yang islam berikan, sehingga masalah dapat teratasi dengan baik.
Wallahu’alam bishowab

Editor : Rj | Publizher : Iksan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart