Polemik UKT Mencuat, Islam Solusi Paripurna

oleh
Juwita Rasnur, S.T
Juwita Rasnur, S.T

Oleh: Juwita Rasnur, S.T

(Relawan Media Konawe)


Pandemi belum juga usai, dampaknya pun masih terasa hingga saat ini, termasuk bagi mahasiswa.Akhir – akhir ini, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Mereka meminta audiensi langsung bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk membahas aspirasi mereka. Salah satu tuntutan yang mereka soroti adalah soal pembiayaan kuliah di masa pandemi. Mereka meminta adanya subsidi biaya perkuliahan sebanyak 50 persen. (detikNews, 29/06/2020)

Sebagai respon terhadap aksi tersebut maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang diwakili oleh Plt. Direkrur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Prof. Ir. Nizam, dalam unggahan IGTV akun Instagram Kemdikbud, Kamis (4/6/2020) mengatakan “Saya ingin tekankan sekali lagi, tidak ada kenaikan UKT selama masa pandemi ini.

Di seluruh PTN akan diberlakukan UKT sesuai dengan kemampuan orangtua membayar bagi anaknya”. sebagai bentuk keringanan bagi orang tuayang anaknya tengah berada di tingkat perguruan tinggi.Dia juga menjelaskan, bahwa telah disepakatiuntuk menerapkan 4 skema pembayaran UKT yaitu penundaan pembayaran, pencicilan pembayaran, menurunkan level UKT danpengajuan beasiswa. (Kompas.com, 23/06/2020)

Disisi lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)Nadiem Makarimmenyampaikan bahwaKementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menganggarkan Rp1 triliun untuk program Dana Bantuan Uang Kuliah Tunggal ( UKT). Penerima Dana Bantuan UKT akan diutamakan dari mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS). dengan syarat, Calon penerima harus dipastikan orangtua mengalami kendala finansial sehingga tak mampu membayar UKT. (Kompas.com, 29/06/2020)

Aroma Kapitalisasi Pendidikan

Sebenarnya aksi yang dilakukan oleh mahasiswa terkait penyesuaian UKT adalah hal yang wajar. karena di tengah pandemi ini, faktanya perkuliahan tidak berjalan sebagaimana mestinya.Praktikum ditiadakan baik di laboratorium maupun di lapangan.

Namun disisi lain, mahasiswa masih tetap harus membayar UKTmeskipun ada keringanan pada skema pembayaran, yang sejatinya ditengah pandemi ini mahasiswa mengeluarkan biaya tambahan yakni kuota data internet untuk pembelajaran daringsemakin menambah beban mahasiswa.Padahal kalangan mahasiswa pun termasuk kelompok yang terdampak wabah, sebagaimana masyarakat lainnya. meskipun ada bantuan namun tak mampu menyasar seluruh kalangan mahasiswa.

Fakta inimenunjukkan bahwadalam sistem kapitalismedengan asas sekularisme (pemisahan agama darikehidupan) tidak ada yang gratis termasuk pendidikan. Pendidikan seolah menjadi barang mahal yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan berduit.

Negara bahkan berlepas tangan untuk memberikan layanan pendidikan sebagaimana mestinya dengan menjadikan pendidikan sebagai satu bidang usaha yang mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi  kaum kapitalis denganmenerbitkanPeraturan Presiden Republik Indonesia nomor 77 tahun 2007 tentang daftar bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.

Dimana jasa pendidikan termasuk salah satu bidang usaha yang ditetapkan danpemerintah juga menetapkan kebijakan UKT melalui Permendikbud No. 55 tahun 2013sehingga melahirkan otomi kampus yang memberikan wewenang kepada perguruan tinggi baik dari segi pembiayaan maupun dalam hal visi pendidikan.

Visi pendidikan saat ini pada dasarnya berorientasi pada kebutuhan pasar tenaga kerja yang ditandai dengan maraknya pendidikan vokasi diberbagai perguruan tinggi. yang selanjutnya akan dijadikan alat investasi sekaligus alat produksi untuk menjalankan roda industri dan kapital.

Sehingga memberikan output pendidikan yang bisa saja berkompoten namun miskin nilai-nilai moral yang mengejar materi, yang sebenarnya menjadi jalan untuk melanggengkan hegemoni kapitalisme global.Membentuk kepribadian telah hilang dari visi pendidikansaat ini.Seperti itulah gambaran kapitalisasi pendidikan.

Pelayanan Pendidikan dalam Islam

Islam memandang bahwa pendidikan termasuk hak dasar bagi setiap warga negara yang kedudukannya sama denganSandang, pangandan papan. Sehingga memberikan pelayananpendidikan adalah tanggung jawab negara. Karena fungsi negara dalam Islam adalah mengurus dan menjaga rakyatnya.

Hal ini sesuai dengan dalil Syara’,salah satunya adalah sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Baihaqi: “Telah bersabda Rasulullah saw : “Jadilah engkau orang yang berilmu (pandai), atau orang yang belajar, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka (H.R. Baehaqi)

Dan dalam Hadis Sahih lainnya,yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari no 4789 disebutkan, dari Abdillah, bersabda Nabi (Saw.):

“Setiap kalian adalah pemimpin (pengurus) dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban. Maka seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.”

Maka berdasarkandalil Syara’ diatas,seharusnyapenguasamenyadari betul tanggung jawabnya sebagai kepala negara hingga rasa takut kepada Allah pun muncul. Alhasil, tidak ada lagipengabaian dalam urusan memenuhi hak-hak rakyatnya dalam diri mereka.

Disisi lain, Islanberhasil membuatseperangkatsistem yang berkelindan dankomprehensif sehingga saling mendukungsatu sama lain. Seperti sistem pemerintahan yang berstandar pada akidah sehinggahalal dan haram menjadi acuan, sistem ekonomi yang kuat, sistem politik yang berdaulat dan sistem sanksi yang berhasil menciptakan rasa aman,sertasistem pendidikan yang bervisi pada pembentukan karakter sehingga memberikan output pendidikan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

Sehingga dari sistem pendidikanIslam,lahirpara ilmuwan yang tidak tertandingi hingga saat ini.Diantaranya,Ibnu Jauzi, Hasan Al-Bashri, Ahmad bin Hambal, Asy-Safii dan lain sebagainya.Selain itu, sistem telah berhasilmewujukan peradabanIslamyanggemilangselamaberabad-abaddansilihbergantidarisatugenerasikegenerasilainnya.Hal in hanya bisa terwujud jika segenap aturan hidup manusia di sandarkan pada aturan dari sang pemilik bumi ini yakni Allah SWT.Wallahua’lambisshowab.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart