Aksi Tandingan, Ratusan Warga Beri Dukungan ke Kades Waturai

oleh
Ketgam : Ratusan Masyarakat Desa Waturai saat memberikan dukungan terhadap Kades Waturai yang tersandung kasus perjudian
Ketgam : Ratusan Masyarakat Desa Waturai saat memberikan dukungan terhadap Kades Waturai yang tersandung kasus perjudian

Reporter : Rj | Editor : Armin | Publizher : Iksan


KALOSARA NEWS : Ratusan masyarakat Desa Waturai gabungan Badan Permusyawatan Desa (BPD), tokoh perempuan, Karang Taruna, tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Ketua adat dan Kordinator Masyarakat (Kormas) menggelar unjuk rasa. Kamis, 23/7/2020.  Demo tersebut merupakan aksi tandingan (pro) mendukung kepala desa Waturai Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe.

Karena sebelumnya pada Selasa, 21/07/2020 ada massa aksi yang mengatasnakaman aliansi masyarakat desa Waturai (Kontra) yang melakukan unjuk rasa dengan  meminta kepala Desa Waturai (Rudin) untuk memundurkan diri dari kepala desa. Karena tersandung kasus perjudian.

Adanya demo meminta kepala desa untuk mundur, sejumlah warga dari berbagai lembaga desa setempat yang dipimpin Andri Paslan juga menggealar aksi dengan mendukung (Rudin) untuk tetap menjadi kepala desa.  Aksi unjuk rasa berlangsung di pelataran kantor bupati Konawe, BPMD, dan Kejaksaan Negeri Konawe.

Kata ketua Kordinator Masyarakat (Kormas) Adri Pasla, unjukrasa tersebut dilakukan karna masyarakat menganggap Kepala Desa Waturai (Rudin) masih memperhatikan masyarakatnya baik segi pembangunan maupun kesejahteraan rakyat, serta pelayanan dan pemberian hak terhadap masyarakat masih dilaksanakan dan menjunjung tinggi hak-hak masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) BPMB Dahlan yang menerima massa aksi menyampaikan,  perlu dipahami bahwa terkait Kades yang menjalani proses hukum ada peraturan yang harus di terapkan. “Untuk proses hukum, kami dari dinas BPMD tidak bisa mencampuri proses hukum yang berjalan,” kata Dahlan menegaskan.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Kasi Pidum Kejaksaan Gideon mengatakan, proses terdakwa atas nama Rudin (kepala desa-red) saat ini sedang dalam  tahap penuntutan, dan jadwal persidangannya 29 Juli 2020 adalah pembacaan surat tuntutan. Terkait tuntutannya, kata Gideon mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Konawe mengatakan, masyarakat dipersilahkan hadir. “Kami akan profesional dan tidak tebang pilih, tidak ada keberpihakan dari siapa pun, kami yuridis,” kata Gideon.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart