Dimasa Pandemi, Angka Perceraian di Konawe Meningkat

Ilustrasi Perceraian
Ilustrasi Perceraian
  •  
  •  
  •  

Reporter : Rj Editor :  Armin | Publzher : Iksan


KALOSARA NEWS :  Pengadilan Agama Unaaha mencatat per September 2020 terdaftar 565 perkara gugatan cerai karena alasan ekonomi. Sementara tahun 2019 lalu yang tercatat hanya sekira 500an kasus perceraian.

Humas Pengadilan Agama Unaaha Dr. Massadi, S.Ag.,M.H, diruang mediasi,  menuturkan, dimasa pandemi berbeda dengan sebelumnya, ketika aktivitas orang berbatas, sementara kebutuhan dasar itu tetap maka disitulah akan muncul pergolakan.

“Nah, kondisi pergolakan itulah yang memicu situasi rumah tangga tidak harmonis lagi, kebutuhan rumah tangga cukup tinggi sementara aktivitas diluar terbatas,” kata Massadi  belum lama ini.

Menurut Massadi  yang juga Hakim di PA Unaaha, dari data Pengadilan Agama Unaaha tingkat perceraian di Konawe meningkat. Jumlah pendaftar gugatan dalam satu hari mencapai 20 hingga 30 orang. “Saat ini terdaftar 565 perkara gugatan cerai karena alasan Ekonomi, KDRT, dan kasus lainnya,” sebut Massadi.

Massadi  menambahkan, “Tahun 2019 hanya sekira 500an kasus perceraian dan tahun 2020 di bulan september saja sudah mencapai 600an dan sampai akhir tahun akan melebihi angka itu,” tambahnya

Meski begitu, lanjut Massadi pelayanan yang ada di Pengadilan Agama Unaaha tetap berjalan normal hanya saja proses yang dilaksanakn tetap memperhatikan protokol kesehatan guna menekan angka penyebaran Covid-19.


Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co