Tunggangi MOGE, Yusran Akbar Silahturahmi dengan Masyarakat Onembute Sembari Salur Bantuan
- account_circle Muhammad Randa
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Langit sore di Kecamatan Onembute perlahan berubah jingga. Anak-anak berlarian di pelataran rumah warga, sementara para orang tua mulai berkumpul di halaman posyandu Desa Trimulia.
Sore itu terasa berbeda. Ada yang menanti kehadiran Bupati Konawe Yusran Akbar yang memilih menghabiskan waktu ngabuburitnya bersama warga.
Ia hadir di kecamatan itu bersama dengan rombongan kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe dengan menggunakan motor gede atau moge Kecamatan Onembute merupakan perbatasan antara Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur (Koltim).

Jarak dari rujab ke Onembute ada sekitar 20 Km waktu perjalanan pun sekitar 1 jam. Dalam perjalanan itu ada yang tak mau kalah, para kepala dinasnya juga ikut menggunkanan motor sambil iring- iringan menuju Kecamatan Onembute.
Agenda itu, selain bersilahturahmi dengan masyarakat setempat. Yusran Akbar juga membawa bantuan berupa sembako serta menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Onembute
Selain di Kecamatan Onembute, Bupati Konawe Yusran Akbar juga berencana mengunjungi kecamatan-kecamatan lain dengan hal serupa
Dengan cara itu Yusran Akbar merasa Tak ada jarak dengan masyarakatnya meskipun di bulan penuh berkah ini.
Yusran Akbar tibah didampingi oleh sejumlah kepala OPDnya, menyapa satu per satu warga yang telah menunggu. Tangan-tangan tua dijabat hangat, senyum-senyum sederhana dibalas dengan sapaan akrab. ramadhan 2026 ini seolah menjadi jembatan yang menghapus sekat antara pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Onembute
Sementara di pojok halaman, paket-paket sembako telah tersusun rapi. Isinya pun sederhana beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Namun bagi sebagian warga, bantuan itu lebih dari sekadar bahan pangan. Ia adalah tanda perhatian.
Dalam kesempatan itu, Yusran menyinggung potensi unggulan di Kecamatan Onembute yang dikenal sebagai sentra bata merah. Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat berada di Morowali dan menemukan mobil pengangkut bata merah asal Onembute.

“Waktu saya di Morowali, saya sempat bertemu mobil yang memuat bata merah. Saya tanya batanya dari mana, ternyata dari Onembute. Ini artinya produk kita sudah dikenal sampai luar daerah,” ungkap Yusran
Melihat potensi tersebut, Yusran memastikan akan ada pembinaan bagi pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM), khususnya pengrajin bata merah dan genteng. Dinas PTSP, Dinas UMKM dan Koperasi akan dilibatkan untuk mendorong legalitas usaha sekaligus penguatan kapasitas produksi.
Tak hanya menyampaikan program, Yusran juga membuka ruang dialog. Sejumlah aspirasi disampaikan kepala desa dan warga, mulai dari persoalan izin penggalian tanah, keterbatasan sumber air untuk persawahan akibat kecilnya tampungan air, hingga minimnya alat pertanian modern.
Mendengar keluhan tersebut, Yusran menyampaikan ke dinas terkait untuk segera menindaklanjuti dan mencari solusi.
Ia juga menegaskan bahwa program gentengnisasi menjadi peluang usaha yang perlu dihidupkan kembali, mengingat Onembute pernah menjadi penghasil genteng.
Menurut. Yusran, dukungan terhadap program presiden Prabowo, gerakan Jumat Bersih, serta visi Konawe Bersahaja harus diwujudkan melalui terobosan nyata.
“Kalau kita mau maju, kita harus berani membuat terobosan,” tegasnya. Rabu, 25 Februari 2026 saat silahturahmi dengan masyarakat
Bupati melanjutkan kunjungan dengan mendatangi rumah-rumah warga untuk menyerahkan bantuan sembako secara langsung, menutup ngabuburit sore itu dengan kebersamaan dan harapan baru bagi masyarakat Onembute.
- Penulis: Muhammad Randa
- Editor: Armin


Saat ini belum ada komentar