212 Bukan Sekedar Reuni

Oleh Fitriani S.Pd

(Jurnalis Media Baubau)

OPINI : Telah tersimpan dalam benak bahwa 212 atau 2 desember bukanlah hari dan bulan biasa. Ya, tiga angka ini telah diabadikan menjadi waktu bersejarah kaum muslim khususnya Indonesia. Bagaimana tidak demikian, saat itu seluruh kaum muslim di negeri ini bersatu padu tanpa memperdulikan asal, jabatan, umur, warna kulit, harokah.

Sebab aqidahlah yang merekat mereka. Semua bermula dari aksi bela Al-Qur’an yang diadakan dua tahun lalu, ketika Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama melakukan penistaan kepada isi Al-Qur’an, Al-Maidah ayat 59. Dan rupanya bara persatuan pasca aksi ini masih bergejolak sampai sekarang. Bahkan kian membara dari sebelumnya.

Ya, aksi 212 akan kembali di gelar pada 2 desember 2018 esok. Luar biasanya, aksi kali ini bukanlah sekedar reuni biasa, melainkan sebagai ajang persatuan kaum muslim akan pembelaannya terhadap bendera tauhid. Hal ini disebabkan karena sebelumnya telah terjadi aksi pembakaran terhadap panji Rasulullah sawar-Rayah yang berlafadzkanLâilâhaillalLâh Muhammad RasûlulLâh di Garut beberapa waktu lalu. Aksi pembakaran ini menimbulkan reaksi pembelaan yang luar biasa dari umat Islam.

Hingga sejarah persatuan dan kebangkitan umat sebentar lagi akan segera kembali digelar. Reuni Akbar 212 yang bukan sekedar reuni ini, kembali memanggil para mujahid dan mujahidah di seluruh nusantara dan dunia, untuk bersama mengukir sejarah sebagai pejuang agama Allah, bukan sebagai penonton, apalagi pecundang.

Walhasil, umat Islam yang masih memiliki ghiroh juang, terpanggil hatinya untuk memenuhi seruan persatuan itu. Seperti di himpun dari TribunJatim.com (01/12/2018), bahwa massa reuni akbar 212 asal Surabaya bergerak ke Jakarta gunakan kereta api. Hal ini terjadi bukan karena panggilan nasi bungkus atau karena bayaran dari satu pihak. Melainkan panggilan keimanan dari Rabb yang menciptakan seluruh alam dan seisinya.

BACA JUGA :   Dalam Waktu Dekat Terminal Rahabangga Dialihkan ke Terminal Wawotobi

Tauhid Lambang Persatuan

Kita pasti sudah banyak mendengar kisah heroik para Nabi dan Rasul. Tentang seruannya kepada tauhid. Mereka semua berjuang menyadarkan manusia agar kembali kepada tauhid dan menjauhi kemusyrikan, kemunafikan dan kekafiran. Berjuang menumbangkan ideologi sekularisme atheisme. Mengajak manusia agar bersatu padu dibawah kalimat tauhid.

Hal ini disebabkan tauhid adalah simbol persatuan dan kebangkitan. Kesadaran akan tauhid adalah bigpower bagi orang-orang beriman agar memilih jalan perjuangan. Membela saat agama ini dinista, diperolok-olok dan dizolimi. Dengan kalimat tauhid umat Islam paham bahwa Allah SWT dan Rasul-Nya saw. telah mewajibkan mereka untuk bersatu. Allah SWT. berfirman:

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co