22 Kasus Korupsi di Sultra Terkuak, Bukti Sistem Negara Rusak

Oleh : Sasmin (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton)


Tindakan korupsi sejatinya bukan hal sederhana karena negara akan mengalami kerugian dan mirisnya setiap tahun korupsi masih terus terjadi di Indonesia.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, ditemukan 22 kasus tindak pidana korupsi di Sultra sedangkan pada tahun 2019 ditemukan 33 kasus,  banyaknya kasus korupsi pada tahun 2019  mengalami penurunan ditahun 2020. Seperti dikutip dari Telisik.id (31/12/2020), Irjen Pol Drs. Yan Sultra menuturkan, Kasus tindak pidana korupsi tahun 2020 ini menurun 66.66 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019. Untuk penyelesaian tindak pidana korupsi tahun 2019, 25 kasus terselesaikan sedangkan ditahun 2020 9 kasus terselesaikan.

Adapun kerugian keuangan negara  berdasarkan kasus tindak pidana korupsi yang terjadi pada tahun 2020 sebanyak Rp. 5.218.984.350 (lima miliyar dua ratus delapan belas  juta sembilan  ratus delapan puluh empat ribu tiga ratus lima puluh rupiah.

Problem negeri ini semakin berkecamuk, berawal dari utang  yang mencapai triliunan sampai melahirkan para koruptor yang tiap tahun ditemukan, akutnya pelaku korup adalah mereka yang diberi mandat oleh rakyat menjaga dan mengamankan  penyebab kerugian negara namun penyalagunaan jabatan diperoleh dengan tujuan mencapai materi gemilang dengan gaya hidup ekslusif.

Kabar hangat seorang menteri kelautan dan perikanan Edy Prabowo membobol hasil ekspor benih lobster, terkuaknya kabar tersebut Edy Prabowo dihengkang dari jabatan hingga diganti oleh Sakty Wahyu Trenggono. Akankah melahirkan solusi ?

Fenomena ini terjadi akibat sistem bobrok yang masih mengatur negeri ini. Demokrasi katanya dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat akan tetapi rakyat tidak merasakan arti demokrasi yang sebenarnya untuk rakyat justru diberangus untuk kapitalisasi beserta antek-anteknya.

Kebebasan kolonialisme bersarang dalam negeri untuk menanam modal sebanyak-banyaknya membuat penguasa terlunta-lunta dengan amanah, akibatnya kasus korupsi terus beranak. Demokrasi juga sistem cacat yang lahir dari akal manusia yang dangkal sehingga merebaknya penyakit sistemik seperti korupsi, kebebasan membuat aturan demi menguntungkan diri sendiri.

BACA JUGA :   12 Desa di Kecamatan Dangia Mengikuti Pelatihan Keuangan Desa

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co