Ragam  

4 Desa Kecamatan Aere Koltim Dapat Program Pamsimas

Ketgam : Camat Aere Sawal Sarifuddin S.Sos dan Siti Rosna Koordinator Pamsimas Kab Koltim/foto : Irwandar Kalosara News
Ketgam : Camat Aere Sawal Sarifuddin S.Sos dan Siti Rosna Koordinator Pamsimas Kab Koltim/foto : Irwandar Kalosara News

KABUPATEN KOLAKA TIMUR-SULAWESI TENGGARA

KALOSARA NEWS : Pemerintah Kecamatan Aere Kabupaten Kolaka Timur mendapat kucuran program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).  

Ketgam : Camat Aere Sawal Sarifuddin S.Sos dan Siti Rosna Koordinator Pamsimas Kab Koltim/foto : Irwandar Kalosara News
Ketgam : Camat Aere Sawal Sarifuddin S.Sos dan Siti Rosna Koordinator Pamsimas Kab Koltim/foto : Irwandar Kalosara News

Siti Rosna selaku kordinator distrik Pamsimas Kabupaten Kolaka Timur  menuturkan,  program Pamsimas itu awalnya ada di pulau jawa sejak tahun 2017 sampai 2013, kemudian berkembang untuk seluruh Indonesia berkembang pada tahun 2013 sampai 2019.

“Untuk Sulawesi Tenggara baru 4 kabupaten yang telah masuk dalam program tersebut. 4 kabupaten yaitu Kolaka Wakatobi Bombana dan Buton Utara,” Siti Rosna di hadapan para peserta di desa Iwoimenggura belum lama ini.

Kata Siti Rosna, tahun 2016 pihaknya integrasikan,  karena sudah capai aksesnya di harapkan 2019 semuanya sudah terakses.

“Jadi ada dua fokusnya yaitu air bersih dan sanitasi , jadi air minum itu harus  terpenuhi dan tidak teridentifikasi zat-zat atau viruz kimia,” terangnya

Dijelaskannya Siti Rosna , kemudian sanitasinya adalah stop buang air besar di sembarang tempat dan biasakan mencuci tangan pakai sabun

“Yang paling penting adalah syarat mendapatkan Pamsimas yaitu belum perna ada program penyediaan air bersih, akses layanan air bersih di suatu desa memang belum 100%, kemudian sanitasi layak 100% atau tidak, memenuhi perjiwa  385 jiwa serta syarat terakhir adanya komitmen dengan desa syarat APBDES minimal 10 persen” jelas Siti Rosna

Siti Rosna  menuturkan, untuk APBN 350 juta per desa dan tidak semua desa merata itu nanti di kaloborasi, karena tidak semua desa sama anggarannya,

“Pendanaan Pamsimas bersumber APBN/APBD 70 persen  serta APBDes minimal 10 persen dan jadi APBN mengikuti APBD,

Menurut Siti Rosna , semakin banyak desa yang masuk program Pamsimas makin banyak anggaran APBN,

“tahun 2016 itu anggaran 1 milyar itu hanya 16 desa, sementara tahun 2017 ada 35 desa yang di targetkan dengan ancangan anggaran 1 milyar juga, jadi seharusnya 2017 sampai 2018 harus naik anggaran APBN namun tergantung kesiapan dan banyaknya peminat Pamsimas di Kabupaten,” tutup Siti Rosna

Di tempat yang sama Camat Aere Sawal Sarifuddin kepada warga Iwoimenggura, menyebutkan, suatu kesyukuran bagi ia karena Kecamatan Aere merupakan wilayah yang paling banyak mendapatkan program Pamsimas

“Ada 4 desa di Kecamatan Aere yang mendapat program Pamsimas, kita patut bersyukur karena  di kecamatan lainnya  lebih banyak dari Kecamatan Aere.” Tutup Sawal Sarifuddin

Reporter : Irwandar

Editor : Redaksi

 

error: Hak Cipta dalam Undang-undang