Ragam  

DPRD Konawe Akan Sambangi, PT. VDNI Di Morosi

KONAWE – kalosaranews.com – Forum Pemerhati Hutan dan Lingkungan Sultra (FPHL-Sultra) menyebutkan rekrutmen karyawan/karyawti PT. Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNY) tak berpihak pada masyarakat lokal Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe.Kordinator (FPHL-Sultra). Dedy menuturkan, mereka mendesak PT. VDNI untuk menghentikan sementara semua aktivitas kegiatan perusahaan yang berada di Kecamatan Morosi sampai terpenuhinya tuntutan mereka. Selain itu massa aksi juga meminta pada perusahaan untuk membersihkan oknum – oknum yang membuat kegaduhan di daerah itu.

” Kami juga mendesak PT. VDNI untuk membersikan oknum-oknum dalam perusahaan yang telah membuat situasi social yang tidak nyaman di tengah-tengah masyarakat.”Teriak Dedy, Korlap FPHL Sultra. saat unjuk rasa depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah senin ( 05/09/2016 ).

Menanggapi pernyataan Demonstran dari FPHL Sultra, Wakil Ketua I DPRD Konawe, Rusdianto, mengajak massa aksi berdiskusi diruangan sidang DPRD konawe, Dia berjanji akan segera turun sidak ke lokasi pertambangan bersama Komisi III dan Dinas Nakertrans Kabupaten Konawe.

( Foto : Randa )Anggota DPRD saat menerima Massa Aksi Forum Pemerhati Hutan dan Lingkungan Sultra (FPHL-Sultra)

“ Besok hari Selasa(6/9/) saya dan III, akan turun langsung ke kekantor PT VDNI mengelar kunjungan kerja di Lokasi PT Virtue Dragon bersama dinas Nakertrans Konawe serta camat setempat untuk ikut mendampingi”, tegas legislator PDIP ini.

Menurut Rusdianto, pihaknya akan turun langsung ke lokasi perusahan sebagai bentuk tindak lanjut aksi demo terkait perekrutan tenaga kerja. Rusdianto menegasakan , pihak perusahaan harus prioritaskan tenaga kerja lokal.

“ intinya bagaimana perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal karena yang ada di sana itu ada namanya ring 1 (satu ) kawasan industry Morosi.Wilayah ring satu itu meliputi Kecamatan Morosi, Bondoala dan Kapoila. Warga dari tiga kecamatan itulah yang harus menjadi prioritas dalam hal perekrutan tenaga kerja”, tegasnya.

Reporter : Muh.Randa
Editor : Redaksi

error: Hak Cipta dalam Undang-undang