Ragam  

Bendungan Jebol Selama 4 Tahun, Sawah di Koltim Terancam Gagal Panen

Ketgam : Petani sawah di Desa Gunung Jaya dan Mekar Jaya Kecamatan Dangia Kab. Koltim saat memperbaiki saluran bendungan yang di pimpin langsung Babinkamtibmas Desa Gunung Jaya BRIPKA Eka, Rabu (13/09/2017)/Foto - Irwandar
Ketgam : Petani sawah di Desa Gunung Jaya dan Mekar Jaya Kecamatan Dangia Kab. Koltim saat memperbaiki saluran bendungan yang di pimpin langsung Babinkamtibmas Desa Gunung Jaya BRIPKA Eka, Rabu (13/09/2017)/Foto - Irwandar

KABUPATEN KOLAKA TIMUR- SULAWESI TENGGARA

KALOSARA NEWS : Kurang lebih 500 hektare sawah di Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur terancam gagal panen. Bendungan yang menjadi sumber air sawah warga Desa Gunung Jaya dan Desa Mekar Jaya itu  telah 4 tahun jebol.

Salah seorang petani Desa Gunung Jaya menuturkan, tanggul bendungan ini jebol sudah berlangsung 4 tahun,  setiap kali jebol merka selalu gotong royong untuk memperbaiki.

“Untuk memperbaiki bendungan warga melakukan dengan cara manual yaitu memasang kayu dan karung yang telah diisikan pasir, kejadian ini sudah berkali kali terjadi selama 4 tahun“ Ungkap Dasuki pada waratawan Kalosara News, Rabu (13/09/2017)

Ketgam : Petani sawah di Desa Gunung Jaya dan Mekar Jaya Kecamatan Dangia Kab. Koltim saat memperbaiki saluran bendungan yang di pimpin langsung Babinkamtibmas Desa Gunung Jaya BRIPKA Eka, Rabu (13/09/2017)/Foto - Irwandar
Ketgam : Petani sawah di Desa Gunung Jaya dan Mekar Jaya Kecamatan Dangia Kab. Koltim saat memperbaiki saluran bendungan yang di pimpin langsung Babinkamtibmas Desa Gunung Jaya BRIPKA Eka, Rabu (13/09/2017)/Foto – Irwandar

 

Kata Dasuki setiap musim hujan bendungan ini pasti jebol, karena bendungan yang mereka perbaiki itu tidak mampu menampung air.

“Kita maklumi kemampuan warga terbatas di mana lebar bendungan yang kami harus bending seluas 15 meter, bahkan kami sudah pernah mendatangkan alat berat untuk menutup bendungan yang jebol, pada tahun lalu  kita juga suda perbaiki namun juga tidak mampu,“ ungkapnya

Dasuki menyebutkan, luas areal persawahan yang dialiri bendungan ini sekitar 500 hektar sawah itu sampai di desa tetangga yaitu Desa Mekar Jaya.

“ Belum lagi bila musim kemarau dating, petani akan resah karena bendungan tidak bisa menampung air untuk mengairi sawah seluas 500 hektar” keluhnya

Dasuki mengungkapkan, dahulu pernah ada tim yang datang ke bendungan ini, katanya mau di kerja, setelah di bor untuk persiapan pondasi, namun hingga kedalaman 17 meter namun masih menemuhkan masih pasir.

“ Kalau mau kuat bendunganya paling tidak pondasinya harus di atas 17 meter kedalamanya,” Tutupnya Dasuki

Reporter : Irwanda

Editor : Redaksi

 

error: Hak Cipta dalam Undang-undang