Hasil forensik, Almarhumah Asni Sari Sadaoda Meninggal Bukan Karena Dibunuh

KABUPATEN KONAWE – SULAWESI TENGGARA

KALOSARA NEWS : Almarhumah Asni Sari (34 tahun) yang di temukan tak bernyawa dengan posisi tergantung di dalam kamarnya di konpleks BTN Satria Kelurahan Asambu, Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe menurut hasil forensik dokter P0lda Sulawesi Tenggara tidak ditemukan adanya tanda tanda pembunuhan.

Ketgam : Kasat Reskrim Polres Konawe IPTU Rachmat Zam Zam (Kiri dari depan). Kompol dr. Mauluddin dokter forensik Polda Sultra (Kedua dari kiri) saat melakukan gelar perkara soal kematian Almarhumah Asni Sari (34 tahun)/Foto : Januddin Kalosara News

Dalam keterangan pers di Mapolres Konawe Rabu, (06/12/2017)  Kompol dr. Mauluddin  mengatakan,  Jadi untuk pemeriksaan forensik pihaknya tidak temukan adanya jejak sentrafital pada leher itu yang menujukan bahwa bekas lilitan sewaktu korban masih hidup,

Sementara, Kata Kompol dr. Mauluddin,  untuk pemeriksaan pada tubuh lainnya juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pisik atau pun tanda-tanda penganiayaan.

“Kesimpulan yang diambil berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim forensik sejak ditemukannya korban, Kamis, (30/12/2017) lalu. Bahwa perempuan atas nama Asni Sari Sadaoda (34) warga Kelurahan Asambu, Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe ditemukan tewas di kediamannya di Komplek BTN Satria Unaaha. Dari hasil pengembangan, wanita tersebut diketahui menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri.” Terang Kompol dr. Mauluddin yang merupakan dokter forensik Polda Sultra.

Ketgam : Almarhumah Asni Sari (34 tahun)/ Foto : Januddin Kalosara News

 

“Jadi hasil pemeriksaan kami menemukan adanya jejak intrafitas dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.” tambah Kompol dr.Mauluddin dalam gelar perkara, Rabu (06/12) sore tadi di Mapolres Konawe.

Kata Kompol dr.Mauluddin , penyebab korban mengakhiri hidupnya, disimpulkan adanya kekerasan psikis yang terjadi. Fakta-fakta itu sendiri telah ditemukan, seperti adanya beberapa jejak digital dan jejak lainnya yang telah diselidiki.

Soal kejanggalan yang ditemukan keluarga korban dalam gantung diri tersebut, Kompol dr. Mauluddin sendiri menjelaskan, bunuh diri tak melulu soal ketinggian. Namun mengedepankan jejak yang ditemukan dalam tubuh korban.

“Yang jelas ini bukan karena gangguan jiwa. Soal keterangan bahwa korban bunuh diri ada ciri-ciri tertentu seperti keluar sperma itu bukanlah hal pasti.” Kata Kompol Mauluddin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Konawe, IPTU Rachmat Zam Zam mengatakan, kesimpulan yang dikeluarkan masih bersifat sementara sembari menunggu kesimpulan mendalam dalam kasus tersebut.

“Kami masih akan mendalami kasus ini untuk kesimpulan yang lebih mendalam.” Kata IPTU Rachmat Zam Zam.

Diungkapkan, IPTU Rachmat Zam Zam, setidaknya ada delapan saksi yang sudah diperiskan, seperti yang menemukan pertama, anak korban, kerabat korban termaksud alat komunikasi korban.

Dari hasil olah TKP sendiri, pihak kepolisian mengamankan selembar kain berwarna merah yang diketahui digunakan korban untuk menghabisi nyawanya.

Ketgam : Almarhumah Asni Sari (34 tahun) saat baru ditemukan dalam kamar/ Foto : Januddin Kalosara News

Sementara isu penahanan salah seorang teman pria korban, AR (27) dibenarkan IPTU Rachmat Zam Zam. Namun, dalam kasus yang berbeda dan tak ada sangkut pautnya dengan kematian korban.

“Dari hasil pengembangan kami dapatkan bahwa teman pria korban diketahui telah melakukan penggelapan barang-barang korban.” Jelasnya IPTU Rachmat Zam Zam. 

Reporter : Januddin

Editor : Redaksi

 

error: Hak Cipta dalam Undang-undang