Di tengah berkembangnya berbagai informasi di ruang publik terkait dugaan kasus pelecehan yang menyeret nama salah satu pihak di lingkungan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, masyarakat diimbau untuk menyikapi isu tersebut secara bijak, objektif, dan tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan.
Ketua umum garda pemuda Sulawesi Tenggara Aksan setiawan ( GARPEM SULTRA) menduga ada oknum yang sengaja memainkan isu tersebut untuk melemahkan Kampus tersebut.
Hal itu terlihat adanya isu isu secara masif yang bertebaran di dunia maya. Apalagi diketahui peristiwa yang terjadi di kampus telah selesai melalui jalur adat beberapa silam lalu.
Aksan meminta kepada masyarakat untuk bijak menanggapi isu IAI Rawa Aopa yang beredar saat ini dinilai belum sepenuhnya menghadirkan fakta yang utuh dan berimbang. Oleh karena itu, penting bagi publik untuk tidak terprovokasi oleh opini yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Namun demikian, seiring berkembangnya isu di masyarakat, pihak institusi melalui tim hukum menyatakan siap menempuh jalur hukum guna memberikan kejelasan serta kepastian hukum atas persoalan yang terjadi.
Selain itu, komitmen terhadap perlindungan korban tetap menjadi prioritas utama, serta dukungan terhadap proses hukum yang objektif, adil, dan tidak dipengaruhi oleh opini publik yang tidak berdasar.
“masyarakat kembali dihimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan secara profesional dan transparan,” Tutup Aksan
