Forum Muda Sampara Raya menyampaikan keluhan terkait panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU 98 Desa Pohara. Mereka menilai kondisi tersebut merugikan masyarakat karena warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Ketua Forum Muda Sampara Raya, Riky Santara, mengatakan pihaknya merasa tidak nyaman dengan adanya sejumlah kendaraan yang diduga melakukan pengantrean BBM lebih dari satu kali dalam sehari.
Menurutnya, kendaraan yang menjadi sorotan antara lain sepeda motor jenis Thunder dan mobil tangki rakitan yang diduga kembali mengantre setelah sebelumnya mendapatkan BBM.
“Sebagai masyarakat, kami merasa dirugikan dari segi waktu dan tenaga. Untuk mendapatkan BBM Pertalite, masyarakat harus menunggu antrean hingga tiga jam bahkan lebih,” ujar Riky dalam pernyataannya.
Ia menambahkan, panjangnya antrean tidak selalu menjamin masyarakat mendapatkan BBM. Setelah menunggu selama berjam-jam, warga terkadang justru tidak memperoleh Pertalite karena stok BBM telah habis.
Forum Muda Sampara Raya menduga kondisi tersebut berkaitan dengan adanya praktik penimbunan atau pembelian BBM secara berulang oleh oknum tertentu. Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan pengawasan dari pihak berwenang.
“Kami sebagai masyarakat Sampara, khususnya Desa Pohara, merasa dirugikan dengan adanya dugaan penimbunan BBM oleh oknum pengantre,” kata Riky.
Atas kondisi tersebut, Forum Muda Sampara Raya meminta pengelola SPBU 98 Desa Pohara melakukan penertiban terhadap kendaraan yang diduga melakukan pengantrean lebih dari satu kali dalam sehari.
Mereka juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat agar distribusi Pertalite dapat berjalan secara adil dan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari tidak dirugikan.
Riky menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, sebelumnya alokasi BBM untuk SPBU 98 Desa Pohara disebut mencapai 16 kiloliter (KL) per hari. Namun, menurutnya, stok tersebut dapat habis dalam waktu sehari di tengah maraknya kendaraan yang diduga melakukan pengantrean berulang.
Forum Muda Sampara Raya berharap pihak pengelola SPBU dan instansi terkait segera menanggapi keluhan masyarakat serta melakukan pengecekan terhadap mekanisme penyaluran BBM di SPBU tersebut.
Riky juga menyampaikan bahwa apabila aspirasi masyarakat tidak mendapatkan tanggapan, pihaknya mempertimbangkan untuk menggelar aksi unjuk rasa dengan melibatkan massa dalam jumlah besar di Mapolda Sulawesi Tenggara dan Depot Pertamina Sultra.
Forum tersebut menegaskan bahwa langkah yang mereka lakukan merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang merasa kesulitan memperoleh BBM, sekaligus meminta adanya penertiban dan pengawasan terhadap praktik pengantrean berulang.
