Ada Apa dengan Azan?

Oleh : Rima Septiani

(Mahasiswi UHO)

 

Pengadilan Negeri Medan memvonis Meiliana 18 bulan penjara karena terbukti menodai agama setelah meminta pengurus masjid mengecilkan volume pengeras suara azan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan reaksi pihak atas vonis Meiliana yang justru menimbulkan kegaduhan di masyarakat ( Liputan6.com).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta semua pihak menghormati putusan Pengadilan Negeri Medan yang memvonis Meiliana. Wakil ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan kalau masalah Meiliana hanya sebatas keluhan pengeras suara azan, tidak akan sampai masuk wilayah penodaan agama. “Tetapi sangat berbeda jika keluhannya itu dengan menggunakan kalimat dan kata-kata yang sarkastik dan bernada ejekan maka keluhannya itu bisa dijerat pasal tindak pidana penodaan agama,” ujar Zainut Tauhid, Jumat (24/8).

MUI menyesalkan banyak pihak yang berkomentar tanpa mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. Sehingga, kata Zainut, terdapat pernyataan bias yang menimbulkan kegaduhan dan pertentangan di tengah masyarakat. Dia mengimbau masyarakat lebih bijaksana dalam menyikapi masalah ini. Apalagi, kata dia, jika pernyataannya yang disampaikan tidak didasarkan pada bukti dan fakta persidangan yang ada. “Jangan membuat pernyataan yang justru dapat memanaskan suasana dengan cara menghasut dan memprovokasi masyarakat untuk melawan putusan pengadilan,” kata Zainut.

Polemik Azan di Negeri Muslim

Kasus pelarangan azan yang terjadi di Indonesia, menimbulkan pertanyaan besar bagi kita, kenapa di negeri mayoritas Muslim ini, panggilan untuk beribadah dilarang, bukankah ini bagian dari syiar agama. Allah SWT berfirman “ Dan siapakah yang lebih baik perkataanya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata sungguh, aku termasuk orang-orang Muslim”. Ayat tersebut diperuntukan juga bagi azan, karena lantunannya mengandung kalimat-kalimat seruan untuk manusia agar bersegera beribadah kepada Allah.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co