Aktivitas PT. NLS Cemarkan Lingkungan

Oleh : Ani Hayati, S.H.I (Ummu Rozan)


 

Jaringan Advokasi Tambang Indonesia (JATI) Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menghentikan aktivitas PT. Narayana Lambale Selaras (NLS), pasalnya PT. NLS yang beroperasi di Kabupaten Bombana, Kecamatan Kabaena Timur telah melakukan pencemaran lingkungan.

 

Ketua Umum JATI, Enggi Indra Syahputra mengatakan bahwa Polda Sultra harus bertindak tegas terhadap PT. NLS yang telah mencemarkan salah satu mata air sehingga membuat masyarakat didesa kecamatan Kabaena timur kekurangan pasokan air bersih.“Bahwa PT. NLS diduga tidak memiliki dokumen IPPKH.

 

Namun telah melakukan aktivitas dikawasan hutan produksi terbatas, ditambah lagi PT. NLS melakukan Haulling dikawasan Hutan Lindung,” katanya, Kamis, 21 Januari 2021. Dalam pasal 78 ayat 6 UU kehutanan, jelas tertera bahwa kegiatan pertambangan dalam kawasan hutan yang tidak memiliki IPPKH dapat dipenjara maksimal 10 tahun dan denda sebesar 5 milliar rupiah.

 

Kemudian salah satu aktivitis nasional asal Sultra tersebut mengatakan bahwa “Kami duga salah satu penyebab banjir dikabaena adalah ulah aktifitas pertambangan salah satunya adalah PT.NLS tersebut.“Jika tidak ada tindak lanjut maka pihaknya l akan melaporkan hal tersebut ke Polda Sultra,” ucapnya. ( SultraDaily.com.  01/21/ 2021).

BACA JUGA :   Ichwan Ruslan Soroti Jalan Rusak di Muna

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co