Alih Fungsi Hutan Semrawut,  Banjir Menerjang

Rayani Umma Aqila
Rayani Umma Aqila

Oleh : Rayani Umma Aqila


 

Banjir terparah terjadi di Kalimantan, tak seperti tahun – tahun sebelumnya. Seperti dilansir dari pemberitaan Kompas.com, (12/1/2021). Sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) terendam banjir pada beberapa hari terakhir. Setidaknya 1.500 rumah warga di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalsel kebanjiran. Ketinggian air mencapai 2-3 meter.Hujan deras yang merata selama beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menegaskan bahwa banjir besar di Kalimantan Selatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukan sekadar cuaca ekstrem, melainkan akibat rusaknya ekologi di tanah Borneo. Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, juga mengatakan bahwa banjir tahun ini merupakan yang terparah dalam sejarah. Suara.com, (15/1/2021).

Dan berdasarkan laporan tahun 2020 saja sudah terdapat 814 lubang tambang milik 157 perusahaan batu bara yang masih aktif bahkan ditinggal tanpa reklamasi, belum lagi perkebunan kelapa sawit yang mengurangi daya serap tanah. Jelas dari pengamatan tersebut menggambarkan bencana terjadi bukan karena curah hujan tinggi melainkan alih fungsi hutan akibatnya ekosistem alami di daerah hulu yang berfungsi sebagai area tangkapan air rusak.

BACA JUGA :   Kedatangan TKA China Pada Masa Pandemi, Penguasa Berpihak Kepada Aseng?

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co