Anak-anak Terbunuh di Tangan Malaikatnya, Tanggung Jawab Siapa?

Rismawati
Rismawati

Oleh: Rismawati S. Pd. (Pemerhati Sosial)


Ku ingin, menghirup hawa yang kau hirup
Melangkah, di tempatmu melangkah
Berteduh, di tempatmu berteduh
Dan terlelap di atas pangkuanmu
Ibu
Ku cuma inginkan selalu bersamamu
sepanjang waktuku

 

Puisi berjudul “Untuk Ibuku Tercinta” karya Agus Suarsono menggambarkan betapa besar cinta anak kepada ibunya. Sehingga sepanjang hidupnya, sang anak hanya ingin selalu bersama ibu dan berada dalam pangkuannya.

Namun, bagaimana jika ternyata ibu yang dibanggakan, diharapkan dan dirindukan anak. Ibarat malaikat yang selalu berada di samping anak. Nyatanya justru menjadi maut untuk buah hatinya.

Sebagai mana yang terjadi baru-baru ini di Kabupaten Nias Utara, tepatnya di Dusun II Desa Banua Sibohou, Kec. Namohalu Esiwa, Provinsi Sumatera Utara.

Pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2020. Seorang ibu diduga stres karena masalah ekonomi, sehingga dia tega membunuh tiga anak kandungnya yang berinisial YL umur 5 tahun, SL umur 4 tahun dan DL umur 2 tahun. (Viva.co.id)

Sungguh ironi yang memilukan. Di tengah sistem demokrasi ini, saat sang ayah sedang mengadukan nasib dengan jalan mengikuti pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias Utara.

Dengan penuh harapan mendapat pemimpin baru yang akan memberikannya sedikit kehidupan untuk keluarganya. Namun, di istana kecilnya justru istri dan anak-anaknya malah kehilangan harapan hidup.

BACA JUGA :   Divkum Mabes Polri Nilai Polres Konawe Mampu Kondusifkan Pilkada

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co