Antara  Bencana dan Pesta

iLUSTRASI BENCANA
iLUSTRASI BENCANA

OPINI,- Asian Games 2018 telah resmi dibuka Presiden Joko Widodo, dalam upacara pembukaan (Opening Ceremony) yang digelar di Stadion Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat (tempo.co, 18/8/2018).

Berhiaskan panggung yang megah berkoreografi yang apik, Opening Ceremony itu disebut-sebut menelan dana sebesar 47 juta dollar sekitar 685,2 milliar. Pertunjukan kembang api di atas kompleks olahraga Jakarta Barat, Palembang menjadi puncak dari pembukaan Asian Games. Penampilan sejumlah penyanyi artis nasional dan luar negeri serta tarian-tarian ikut mewarnai acara tersebut.

Disisi lain, gempa susulan kesekian kalinya menguncang lombok, dengan kekuatan 5,2 rickler tepatnya pada senin, 20 Agustus 2018. Hasil pemantauan Badan Meteologi Krimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa pada Senin tersebut berlangsung pada kedalaman 10 kilometer, dengan pusat gempa berada 32 kilometer, sebelum Timur Laut Lombok Timur NTB (BBC.co).

Gempa yang datang bertubi-tubi memporak porandakan pulau Lombok ini membuat rakyat kembali menjerit sehingga membutuhkan uluran tangan negara. Sebuah contoh, viral di media sosial, seorang Kepala Desa di Desa Joringo bernama Syahril, mengeluh karena tidak mendapatkan perhatian sedikitpun dari pemerintah. Padahal kampungnya adalah kampung yang mendapatkan musibah paling parah.

Contoh lain, juga dialami oleh seorang guru SD berinisial LRS menyatakan bahwa pemerintah dan media sosial bohong semua, semuanya hanya pencitraan, kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan yang di opinikan, jangankan makanan untuk mendapatkan air saja begitu sulit. Jangankan rumah untuk mendapatkan terpal untuk tenda saja kesulitan. ( Radar pribumi.Co).

Di tengah derita masyarakat korban gempa Lombok yang belum teratasi dengan baik, Presiden Jokowi Dodo mengumumkan bahwa, pemerintah akan menaikkan gaji pokok dan pensiunan pokok untuk Aparatur Sipil Negara ( ASN ) termasuk Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) serta para pensiunan sebesar rata-rata lima persen pada 2019.

BACA JUGA :   Krisis Moral Dibalik Industri Perfilman Indonesia

Sungguh sangat memilukan negeri ini, di tengah tangis kelaparan, masyarakat masih tinggal di barak-barak pengungsian, bangsa ini berpesta pora dengan dana yang sangat fantastik, dan berusaha menaikkan gaji PNS, ASN dan pensiun, pantaskan itu di lakukan?.

Lalu bagaimana dengan nasib korban gempa, di mana mereka sangat membutuhkan hunian yang sangat layak disebabkan rumah-rumah mereka yang telah porak poranda. Layanan kesehatan, sarana air bersih, perbaikan jalan dan seluruh infrastruktur yang rusak akibat gempa, seperti rumah sakit, sekolah, masjid. Bukankah itu lebih utama di bandingkan menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil? ASN dan pensiunan? Di sisi lain utang negara tambah membengkak sebagaimana di beritakan oleh CMN Indonesia.

Utang luar negri indionesia Rp = 5,425 triliun. Lalu di mana nalar berfikir mereka, mengapa negara harus berpesta pora dengan uang pinjaman. Mengapa dengan uang pinjaman itu pula kita harus menaikkan gaji PNS dan ASN serta pensiun sementara korban gempa menjerit kelaparan,  kehausan dan kedinginan.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co