Aroma Liberalisme di Balik Kontroversi Pembiasaan Hijab pada Anak

Anica Wildasari
Anica Wildasari

Oleh: Anica Wildasari (Mahasiswa USN Kolaka)


 

Akun TwitterDeutchWelle (DW)dihujat sejumlah tokoh dan netizen karena membuat konten video yang mengulas tentang sisi negatif anak yang memakai hijab sejak usia dini. Dalam video itu, DW Indonesia mewawancarai perempuan yang mewajibkan putrinya mengenakan hijab sejak kecil.

DW Indonesia juga mewawancarai psikolog Rahejang Ika. Ia menanyakan dampak psikologis bagi anak-anak yang sejak kecil diharuskan memakai jilbab. Menurut Psikolog, dikhawatirkan bahwa anak-anak memakai hijab tanpa memahami makna dan konsekuensi dibalik hijab tersebut. ‘’Mereka menggunakan atau memakai sesuatu tapi belum paham betul konsekuensi dari pemakaian itu,’’ kata Rahajeng Ika menjawab pertanyaan DW Indonesia.“Permasalahanya apabila dikemudian hari bergaul dengan teman-temannya, kemudian agak punya pandangan yang mungkin berbeda, boleh jadi dia mengalami kebingungan, apakah dengan dia pakaian begitu berarti dia punya batasan tertentu untuk bergaul,’’ tambahnya. (wacana-edukasi.com, 13/10/2020)

DW Indonesia juga mewawancarai feminis muslim,DarolMahmada, tentang dampak sosial anak yang diharuskan memakai hijab sejak kecil. Menurut Darol Mahmada, wajar-wajar saja seorang ibu atau guru mengharuskan anak memakai hijab sejak kecil.           “Tetapi kekhawatiran saya sebenarnya lebih kepada membawa pola pikir si anak itu menjadi eksklusif karena sejak kecil dia ditanamkan untuk misalanya ‘’berbeda’’ dengan yang lain,’’ kata DarolMahmada.

 

Menunjukkan Kuatnya Islamophobia

BACA JUGA :   Tambang Pasir dan Ancaman Banjir

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co