Aspal Buton Diekspor Lagi, Kebutuhan Nasional Sudahkah Tercukupi?

Nurdalena
Nurdalena

Oleh: Nurdalena (Pemerhati Kebijakan Publik)


 

“Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

 

Itulah bunyi pasal 33 UUD 1945 ayat 3,  yang menjamin bahwa kekayaan alam seharusnya dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Namun, amanat UU ini seolah telah terlupakan, mengingat banyaknya UU lain yang memberi jalan bagi pihak asing untuk menikmati hasil kekayaan negeri ini yang melimpah. Akan tetapi, hasilnya cenderung lebih diutamakan memenuhi kebutuhan ekspor dibanding kebutuhan dalam negeri.

 

Baru-baru ini, sebesar 50.000 Metrik ton aspal buton berjenis Buton Rock asphalt (BRA) berhasil di ekspor oleh anak usaha PT Wijaya Karya Bitumen kepada perusahaan China, Qingdao Bright Century PLE. Ltd. (Kompas.com, 2/10/20).

 

Pengiriman dengan metode transhipment yang menggunakan kapal tongkang menuju kapal MV Daisy Ocean berkapasitas lebih dari 60.000 ton di Pelabuhan Banabungi, Sulawesi Tenggara pada selasa (29/9/2020) lalu.

 

Potensi Aspal Buton Menggiurkan

 

Aspal  Buton adalah aspal alam yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal ini merupakan aspal yang langka, hanya dimiliki oleh beberapa negara saja di dunia, dan aspal buton memiliki deposit terbesar di dunia ( Kompasiana, 9/4/20).

 

BACA JUGA :   BLUD RSUD Konawe Segera Terapkan Konsep One Stop Service

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co