Bahaya Nyata Komunisme dan Kapitalisme

OPINI : Ada upaya untuk meyakinkan bahwa PKI memang salah tetapi bukan penyebab utama kesalahan tetapi jadi korban. Setelah itu ada upaya agar pemerintah meminta maaf kepada PKI. Sempat membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang ujung-ujungnya bukan hanya pemerintah meminta maaf tetapi PKI dianggap sejajar.

Juga, sempat ada UU-nya untung saja segera dihapus MK. Ada desakan untuk menghapus Tap MPR yang melarang ajaran komunis. Untung saja rakyat Indonesia banyak yang masih sadar maka selalu menolak berbagai indikasi tersebut, bila dibiarkan tentu saja mereka akan bangkit lagi. Masih segar diingatan publik bagaimana PKI membunuhi para ulama pada pemberontakan PKI dulu dan sekarang juga ada gejala-gejala memusuhi ulama.

Dilansir dari Republika.Co.Id, Jakarta–Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai tidak perlu ada polemik soal pemutaran film Gerakan 30 September/PKI atau G30S/PKI jelang 30 September. Sebab menurut Muzani, tidak ada ketentuan khusus untuk memutar film tersebut.

Ia menilai pemutaran film G30S/PKI jelang 30 September sebagai pengingat untuk masyarakat. “Mau nonton film G30S/PKI itu kapan saja, hari ini, bisa lusa, bisa tahun depan bisa, tetapi itu kan begini, pemutaran film G30S/PKI pada saat sebelum 1 Oktober atau tanggal 30 September itu untuk mengingatkan peristiwa itu pada rakyat,” kata Muzani di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/9).

Menurutnya, pemutaran sebagai pengingat kepada bahwa telah terjadi pengkhianatan kepada Pancasila. Ia menyebut nonton bareng Film G30S/PKI yang diselenggarakan jelang 30 September juga untuk menunjukan kebersamaan dan pemahaman yang sama atas pengkhiatan PKI.

“Sebagai bentuknya maka kita nonton bareng menjelang atau ditanggal 30 September gitu. Kalau kemudian itu dilaksanakan itu bagian dari diri kita untuk mengenang kira-kira seperti itu, jadi kalau kemudian mengatakan kapan saja bisa, kapan saja bisa,” kata Muzani.

BACA JUGA :   Konser Fildan Rahayu Bersama Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Sejak itu rakyat Indonesia tetap sepemikiran dalam memandang peristiwa bersejarah tersebut, yakni bahwa Komunisme adalah ideologi yang berbahaya. Ideologi ini tidak mengakui adanya Tuhan. Sering bertindak kejam, sadis, tidak berperikemanusiaan dan menyengsarakan umat manusia. Semua orang trauma terhadap G 30 S/PKI. Karena itu Komunisme layak untuk diberantas hingga ke akar-akarnya.

 

Bahaya Komunisme dan Kapitalisme

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co