Belenggu Sampah Impor

Oleh: Hasrianti

(Mahasiswi UHO)

 

“Buanglah sampah pada tempatnya”,  slogan yang tidak  asing lagi ditelinga kita, bahkan seringkali tulisan ini terpampang disetiap sudut tempat pembuangan sampah. Berharap tulisan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sayangnya, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sungguh memprihatinkan, terlebih dengan adanya sampah impor yang menumpuk.

Sampah impor menjadi hal yang tak terduga, bahkan mengejutkan masyarakat. Kabar ini membuat banyak pihak dibuat geleng kepala, hampir tak percaya perlahan namun pasti kiriman sampah dari berbagai negara telah mendarat di Indonesia.

 

 Sampah Impor Kian Parah

Di Indonesia sendiri banyak didirikan rumah kreatif yang menyulap sampah plastik menjadi kerajinan tangan dan bisa bernilai jual tinggi, salah satunya terletak di daerah Kelurahan Jambangan, Surabaya (www.kompas.com).

Beberapa perusahan yang memproduksi kertas  juga membutuhkan sampah kertas sebagai bahan baku untuk diolah. Akan tetapi pihak perusahan juga menyortir sampah kertas yang dibutuhkan. Jika tidak disortir, maka kemungkinan besar sampah kertas  yang berasal dari lokal maupun impor, bercampur dengan sampah yang mengandung B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Hal ini cukup mengkwatirkan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan penyakit. Sampah yang mengandung B3 yang biasa terikut dalam kontainer antara lain popok bayi, kemasan makanan kaleng, sepatu, sepatu, kayu, dan keran plastik. Sampah seperti ini sulit untuk didaur ulang (www.kumparan.com 16/6/2019).

Indonesia diserbu sampah impor, kasus sampah impor ini pertama kali terjadi di Indonesia. Ditemukan oleh lembaga nirlaba lingkungan, Eccological Observation and Wetlands Conversation (ECOTON), bersama The party Departement tepatnya pada awal mei 2019.

Rinciannya sebanyak 11 kontainer bersisi sampah plastik dikirim ke Surabaya, Jawa Timur. Sedangkan sisanya dikirim ke Batam, Kepulauan Riau (www.katadata.co.id 18/6/2019).

BACA JUGA :   Tontonan Tak mendidik, sedang Membidik Generasi

Indonesia kerap menerima puluhan kontainer sampah yang diimpor dari beberapa negara yakni Australia, Amerika Serikat, Perancis, Jerman, dan Hong Kong (www.cbncindonesia.com 3/3/2019).

Kasi Humas Dirjen Bea Cukai Sudiro, mengatakan maraknya sampah impor masuk ke Indonesia terjadi ketika Cina mulai menerapkan larangan impor sampah ke negara mereka. kebijakan China tahun 2018 untuk menghentikan impor sampah plastik dari sejumlah negara di Eropa dan Amerika. Akibatnya, sampah plastik pun beralih tujuan ke negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Selain itu, Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi juga mengomentari perihal sampah impor dalam jumpa pers di kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Jakarta, ia  mengatakan Presiden Joko Widodo harus segera menghentikan impor sampah karena sejak tahun 2015 para peneliti mendapati bahwa Indonesia merupakan negara kedua pencemar laut akibat sampah di dunia setelah China.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co