,

Bencana Alam dan Kelalaian Pemerintah

Ketgam : Ilustrasi Bencana Banjir/foto : Ist

Penulis: Novida Balqis Fitria Alfiani

 

Belum kering rasanya air mata atas duka bencana gempa Palu dan Donggala, negeri ini kembali mendapatkan teguran alam berupa tsunami yang melanda kawasan selat sunda. Bencana kali ini berbeda dengan bencana alam sebelum-sebelumnya. Tsunami yang terjadi di Banten dan Lampungberdasarkan informasi dari kumparan.com (24/12/2018), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan”Tidak adanya peringatan dini tsunami di Selat Sunda pada (22/12/2018) malam. Tidak adanya peralatan sistem peringatan dini menyebabkan potensi tsunami tidak terdeteksi sebelumnya. Tidak terpantau tanda-tanda akan datangnya tsunami, sehingga masyarakat tidak memiliki waktu evakuasi,” ujar Sutopo.

“Indonesia belum memiliki sistem peringatan dini tsunami yang disebabkan longsor bawah laut dan erupsi gunung api. Yang ada saat ini sistem peringatan dini yang dibangkitkan gempa. Sistem sudah berjalan baik. Kurang lebih 5 menit setelah gempa BMKG dapat memberitahukan ke publik,” kata Sutopo melalui akun Twitternya, @Sutopo_PN, Senin, (24/12). (kumparan.com, 24/12/2018)

Sungguh miris! Indonesia sebagai negeri dengan kekayaan alam yang sangat melimpah ini ternyata tidak memiliki alat pendeteksi tsunami yang diakibatkan longsor dan erupsi gunung api.Halini telah menunjukkan kelalaian pemerintah dalam melindungi warga negaranya. Akibat yang ditimbulkan dari ketiadaan alat pendeteksi ini adalah tidak memiliki waktu untuk evakuasi dini, sehingga banyak menelan korban bencana.

Dilansir dari tribunnews.com (24/12/2018), data sementara yang didapat BNPB hingga hari ini, Senin (24/12) pukul 07.00 WIB, tercatat 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang, dan 11.687 orang mengungsi. Sedangkan kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.

BACA JUGA :   Siapkan Tenaga Terlatih, DP3A Konsel Pelatihan Penyusunan PPRG

Bencana alam memang merupakan takdir Allah yang tidak bisa kita hindari, akan tetapi bisa kita antisipasi. Apabila melihat wilayah negeriini yang sering terjadi longsor, dan banyak terdapat gunung-gunung dan lautan,  seharusnya pemerintah sudah lama membuat atau membeli alat pendeteksi tsunamiakibat longsor dan erupsi gunung api yang akurat demi keselamatan masyarakat.Jelaslah pemerintah telah gagal menjalankan peran dan tanggung jawabnya untuk melayani masyarakat secara maksimal.

Hal ini sungguh berbeda apabila kita bandingkan dengan pemerintah dalam sistem Islam yang akan melakukan deteksi dini terus menerus dan berupaya melindungi masyarakat dari bencana alam. Dalam sistem Islam, pemerintah tidak akan lengah sama sekali dalam melindungi warga negaranya.

Jika sudah maksimal melakukan deteksi dini akan tetapi bencana tetap terjadi, negara akan cepat tanggap memberikan bantuan kepada korban bencana alam agar para korban tidak terlantar dan segera membuat keadaan wilayah yang terkena dampak bencana kembali normal. Hal ini dikarenakan pemerintah dalam sistem islam mempunyai kesadaran penuh akan tanggung jawabnya terhadap masyarakat yang dipimpinnya.

Maka marilah kita bersama bersegera berjuang menerapkan syariah Islam secara keseluruhan di muka bumi Ini dengan menegakkan Khilafah Islam. Agar kita semua terhindar dari segala macam kemaksiatan yangmengundang teguran Allah yakni berupa bencana alam. Dengan sistem Islam, sgala lini kehidupan kita akan diatur sesuai syari’ahNya. Sehingga suasana dalam masyarakat adalah saling berlomba dalam kebaikan dan keta’atan. Bukan seperti hari ini dimana sistem demokrasi telah menabrak hukum semaunya sehingga halal menjadi haram dan haram menjadi halal dengan dasar akal manusia.

Sehingga menyedihkan saat Ini suasana yang ada di tengah-tengah masyarakat adalah berlomba dalam kemaksiatan dan kelalaian. Sungguh jangan membiarkan keadaan ini bertahan lama. Segerakan penerapan hukum Allah secara kaffah. Kembalikanposisi Islam sebagai rahmat seluruh alam dan in syaa Allah alam pun juga akan bersahabat dengan kita. WallahuA’lam (***)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co