, ,

Bupati Kery Serahkan Insentif Guru Honorer Rp495

Kery Saiful Konggoasa
Kery Saiful Konggoasa

KONAWE –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe  menggelar kegiatan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 76 di lapangan apel kantor daerah Konawe, Kamis (25/11/2021). 

Di kegiatan tersebut, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menyerahan bantuan kepada guru dan kepala sekolah yang berdedikasi dan pemberian secara simbolis insentif guru honorer melalui APBD kab .Konawe sebesar Rp 495.000.000. #Bupati Konawe Serahkan Rp495 Juta untuk Guru Honorer

Usai menyerahkan penghargaan tersebut, KSK sapaan akrab Bupati Konawe mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan berdiri dan berada dihadapan seluruh hadirin tanpa jaza seorang guru. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada guru atas pengorbanan dan ketangguhannya dalam mendidik dirinya.

 

“Saya Kery Saiful Konggoasa tidak akan mampu berdiri disini tanpa seorang guru. Jangan pernah putus asa dan jangan merasa terhina karena merasa guru tanpa tanda jaza. Tetapi berbuatlah yang terbaik untuk negara dan daerah yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Bupati dua periode ini pun kembali mengucapkan dirgahayu HGN dan HUT PGRI ke 76. Semoga guru di Indonesia khususnya di Kabupaten Konawe tetap dibarisan terdepan, guru adalah masa depan Indonesia, guru adalah penerang dunia ini.

“Saya ucapkan permohonan maaf jika dalam menjalankan tugas masih ada kurang berkenang. Tetapi saya ingin selalu guru itu ada disamping saya. Karena guru adalah matahari yang selalu bersinar untuk negeri yang kita cintai ini,” kata KSK dihadapan seluruh peserta apel.

Tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian. Dimana semua tersandung dengan adanya pandemi. Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, terpukul secara kesehatan, dan terpukul secara batin. Tetapi guru di Indonesia mendatangi rumah-rumah pelajar atau dor to door untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran.

Guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal. Bahkan guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan. Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin.

“Tapi ternyata ada fenomena yang tidak terkira. Saat saya menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah, saat saya menginap di rumah Guru Penggerak di Yogyakarta, saat saya menginap bersama Santri di pesantren di Jawa Timur, saya sama sekali tidak mendengar kata (putus asa),” tutur KSK.

 

BACA JUGA :   Yusmin : Jumlah Utang Perusahaan Tambang Ilegal Pada Pemprov Capai 265 Milyar

Lanjut KSK bercerita, saat ia sarapan dengan mereka, ia mendengarkan terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka. Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok untuk mereka. Dengan penuh percaya diri, mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka. Di situlah saya baru menyadari bahwa Pandemik ini tidak memadamkan semangat para” guru, tapi justru menyalakan obor perubahan.

“Karena itulah, saya tidak akan menyerah untuk memperjuangkan Merdeka Belajar, demi kehidupan dan masa depan guru se-Indonesia yang lebih baik. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua guru se-Nusantara atas pengorbanan dan ketangguhannya. Merdeka Belajar ini sekarang milik Anda,” pungkas Politisi PAN ini.