Ragam  

Bupati Tony : Anggaran Belanja Daerah Meningkat Sebesar 11,36%

Ketgam : Bupati Koltim Tony Herbiansyah saat memberikan sambutan pada rapat perubahan APBD tahun 2017/ Foto-Irwandar
Ketgam : Bupati Koltim Tony Herbiansyah saat memberikan sambutan pada rapat perubahan APBD tahun 2017/ Foto-Irwandar

KABUPATEN KOLAKA TIMUR-SULAWESI TENGGARA

Ketgam : Bupati Koltim Tony Herbiansyah saat memberikan sambutan pada rapat perubahan APBD tahun 2017/ Foto-Irwandar
Ketgam : Bupati Koltim Tony Herbiansyah saat memberikan sambutan pada rapat perubahan APBD tahun 2017/ Foto-Irwandar Kalosara News

 

KALOSAR NEWS: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Timur menggelar Rapat Paripurna, Senin (25/07/2017) di ruang rapat DPRD setempat, rapat paripurna yang dihelat merupakan agenda  persetujuan rancangan peraturan daerah APBD perubahan tahun 2017.

Bupati Koltim Tony Herbiansyah Dalam sambutanya menerangkan,  dari sisi plafond anggaran belanja daerah meningkat sebesar 11,36%, dari total anggaran tersebut, alokasi anggaran untuk belanja tidak langsung terjadi penurunan sebesar 3.70%, dan alokasi belanja langsung terjadi peningkatan sebesar 26,19%.

“Secara totalitas rencana pendapatan dan belanja daerah terjadi selisih kurang antara rencana pendapatan dengan rencana belanja daerah sebesar 41.048.922.222,30 (empat puluh satu milyar lebih), Selisih tersebut merupakan defisit anggaran yang dapat diatasi melalui penerimaan pembiayaan yang berasal dari komponen penerimaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu” Terangnya

Tony Menjelaskan, mengenai penambahan alokasi anggaran pada perubahan APBD tahun anggaran 2017, alokasi anggaran tersebut di alokasikan untuk kegiatan yang cukup mendesak dan belum dapat di rampungkan pada APBD murni Kabupaten Kolaka Timur. “ Mengingat keterbatasan sumber penerimaan untuk membiayai seluruh rencana pengeluaran daerah yang merupakan kebutuhan.” Akhir sambutan Ketua DPW Nasdem Sultra ini

Di Tempat lain, Ketua Komisi III (Tiga) DPRD Koltim  Masyuri menuturkan, untuk kenaikan anggaran 2017 sekitar 43 milyar dan itu sebagian hutang dan bukan silpa murni, sebagian itu untuk pembayaran konstruksi yang selesai di tahun 2016.

“Ketika terjadi silpa maka bukan anggaran 2017 yang di pakai tapi anggaran 2016 tapi nanti di perubahan, untuk serapan anggaran cukup lumayan,dan salah satu dinas sudah mencapai 54%  yaitu dinas pendidikan,ujar masyuri, “ ungkap Masyuri yang merupakan perwakilan partai PKPI pada awak media

Terkait dengan itu, masyuri menilai,  Ada penambahan anggaran di perubahan ini adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebesar beberapa puluh milyar namun untuk pembayaran hutang kegiatan 2016 yang sudah selesai namun di bayar pada perubahan anggaran 2017,                      

Reporter : Irwandar

Editor : Redaksi

error: Hak Cipta dalam Undang-undang