Cengkeraman Kapitalis dalam Pengelolaan Tambang di Sultra

Oleh: Ninning Anugrawati, ST. MT (Dosen Non PNS UHO)


 

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya mineral logam dan non logam seperti nikel yang merupakan endapan logam primadona bagi daerah ini. Keterdapatannya hampir di seluruh daerah di Sulawesi Tenggara. Endapan emas aluvial yang terdapat di Bombana, aspal yang terdapat di Pulau Buton, serta masih banyak endapan lainnya. Bahan galian tambang merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan dan jumlahnya terbatas sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana, agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. Pengelolaan dengan ketamakan tentu akan menyisahkan kesengsaraan khususnya pada masyarakat setempat, baik dari aspek kesejahteraan, sosial maupun aspek lingkungan.

Bahan galian tambang baik logam maupun non logam memberikan sumbangsih yang sangat berarti dalam kemajuan sebuah peradaban. Oleh karena itu sebuah negara terutama negara maju selalu memikirkan bagaimana agar pasokan mineral logam maupun non logam harus selalu tersedia untuk membangun peradaban dan eksistensi negaranya. Hampir semua negara di dunia ini dikaruniai sumber daya alam khususnya bahan galian tambang, namun tidak semua negara  memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti Indonesia.

Kapitalis dalam Pengelolaan Tambang di Sulawesi Tenggara

Pada tahun 1909, EC Abendanon, ahli geologi berkebangsaan Belanda, menemukan bijih nikel di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada tahun 1938 dilakukan pengiriman 150.000 ton bijih nikel menggunakan kapal laut oleh Oost Borneo Maatschappij ke Jepang. Tahun 1942 – 1945 Indonesia diduduki oleh Jepang pada Perang Dunia II, demi memenuhi kebutuhan Negaranya akan logam, tambang nikel Pomalaa dikelola oleh Sumimoto Metal Mining Corp. (Esdm.go.id).

BACA JUGA :   Pemutaran Film Dokumenter, Do’a dan Dzikir Akhiri Tahun 2018 di Konsel

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co