Challenge Menyeruak, Cipta Generasi Rusak

Penulis : Estriani Safitri

(Muslimah Media Konawe)

Tren In My Feelings Challenge belum lama ini merebak di kalangan remaja. Aksi viral yang juga sering disebut sebagai Keke Challenge ini merupakan salah satu challenge yang mengharuskan menari dengan iringan lagu yang dibawakan oleh Drake berjudul In My Feelings. Namun, harus melakukan tarian sembari keluar dari mobil dan membiarkan pintu terbuka(Liputan6.com,30/07/2018).

Terkait aksi ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengimbau warga untuk tidak melakukan aksi tersebut. Selain berbahaya bagi diri sendiri, juga membahayakan orang lain.”Jadilah penumpang dan pengemudi yang baik,” kata Argo.

Pun, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal juga mengungkapkan hal yang sama.Aksi In My Feelings Challenge yang kini tengah viral dan digandrungi para remaja Ibu Kota, menurutnya sangat berbahaya. Terutama jika dilakukan di jalan raya.”Jangankan buka pintu mobil, keluar, lalu joget. Pakai ponsel (saat berkendara) saja dilarang,” ucap Iqbal.

Aksi tersebut juga melanggar Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.Sejauh ini memang Polri belum menerima laporan adanya kecelakaan lalu lintas yang dipicu aksi Keke Challenge.Kendati demikian, larangan tersebut dikeluarkan selain karena melanggar UU LLAJ, juga sebagai upaya pencegahan oleh polisi bila terjadi kecelakaan.

BukanhanyaKeke Challengesaja, tetapimunculjugasebuah tantangan yang tersebar di WhatsApp bernama Momo Challenge dan diperuntukkan untuk gadis berusia 12 tahun. Tantangan ini tergolong berbahaya dan polisi di sejumlah negara telah menyatakan keprihatinannya. Alasannya karena tantangan ini mengajak seseorang untuk bunuh diri. Hampir mirip dengan Blue Whale Challenge yang sempat viral dan mengkhawatirkan beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :   Tempat Karaoke Dibibir Bendung Ameroro Dibawa Arus

Momo adalah nama akun media sosial yang kehadirannya ada di jaringan seperti WhatsApp, Facebook, dan YouTube. Menurut Unit Investigasi Kejahatan Komputer di negara bagian Meksiko, Tabasco, permainan dimulai di Facebook. Para pengguna ditantang untuk berkomunikasi dengan nomor yang tidak diketahui. Kemudian Momo akan menanggapi panggilan dengan gambar kekerasan sambil memberikan perintah. Bila pemain menolak untuk mengikuti perintah permainan, maka dirinya bisa merasa terancam.

Selain itu, avatar yang digunakan oleh permainan ini adalah gambar seorang wanita dengan struktur aneh dan mata melotot. Gambar yang terlihat menyeramkan ini merupakan karya dari seniman Jepang, Midori Hayashi. Akan tetapi, seniman itu tidak terkait dengan permainan. Hanya gambarnya saja yang digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Pun, menurut Rodrigo Nejm dari LSM Brazil, Safernet, hingga saat ini belum jelas persebaran Momo Challenge. Namun ada laporan yang mengatakan bila tantangan ini terjadi di Meksiko, Argentina, Amerika Serikat, Perancis, dan Jerman. Selain itu, ada kemungkinan permainan ini merupakan bentuk umpan yang digunakan para penjahat untuk mencuri data dan memeras orang di internet.

Senada,YouTuber ReignBotmengatakan, sulit untuk mengikat Momo ke satu pengguna WhatsApp. Alasannya karena nomor telepon yang tidak diketahui dalam permainan ini terhubung ke setidaknya tiga nomor telepon di Jepang, Kolombia, dan Meksiko. Bagi mereka yang mencoba menghubungi nomor itu biasanya tidak mendapatkan jawaban.

Kalaupun mereka berhasil mendapatkan jawaban kemungkinan besar dihadapkan pada penghinaan, implikasi orang yang dihubungi mengetahui informasi pribadi, dan gambar yang paling mengganggu atau menyeramkan. Oleh karenanya Polisi Nasional Spanyol telah memperingatkan agar masyarakat terutama anak-anak lebih baik untuk mengabaikan tantangan tidak masuk akal yang tersebar di WhatsApp.

BACA JUGA :   GPMI Bongkar Dugaan Korupsi Pembangunan Puskesmas di Kota Makassar

Miris Sekali Bukan ? Seharusnya kita lebih waspada terhadap hal-hal seperti itu. Para remaja adalah generasi muda dambaan umat dan negeri ini. Semua sadar betapa pentingnya mereka sebagai calon penerus keberlangsungan peradaban.

Maka dari itu, semestinya kita harus jaga mereka. Dan sebaik-baik penjagaan bagi mereka adalah dengan memperkuat iman mereka. Mengisi aktivitas keseharian mereka dengan aktivitas yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.

Challenge ini adalah sebagai salah satu dampak negatif tekhnologi tanpa batas yang berkembang saat ini. Peranan sistem sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan, dan sistem liberalisme yang mengusung kebebasan yang diterapkan saat ini pun telah menjauh kan idealisme kaum muslimin terutama bagi generasimuslim. Sehingga pemuda masakini sangat jauh dari Islam yang seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupannya.

Kaum muslimin tidak lagi punya kekhasan sendiri. Yang ada dari gaya dan penampilan bahkan akhlak dan tingkah lakunya hanya ingin mengikuti gaya barat atau gaya orang kafir.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co