Cinta Satu Hari di Valentine’s Day

Mariana
Mariana

Oleh: Mariana, S.Sos ( Guru Swasta dari Kolaka – Sulawesi Tenggara )


 

Ada yang indah dan menarik di bulan februari, yups apalagi kalau bukan Valentine’s Day, Para pemuda-Pemudi menantikannya untuk memberikan kado spesial buat sang pujaan hati, warna indah bunga pun bertebaran dijajakan oleh para pedagang.

Tidak luput pula setumpuk cokelat laris manis diperjual belikan, kue dan parcel pun tiba-tiba bertema romantik, ada juga kaos couple dan boneka pink, bahkan alunan musik pun berdayu membuat pemuda- pemudinya semakin baper dan galau.

Para pemuda terbuai dalam suasana indah penuh bunga di hati, apalagi di temani oleh sang pujaan hati, hingga tanpa sadar adegan penuh dosa dilakukan demi kata Valentine’s Day, ungkapan cinta dan kasih sayang pada setangkai bunga mawar indah atau sebatang cokelat menandakan cinta pada sang kekasih, bahkan zina pun menjadi legal sebagai ungkapan cinta satu malam di hari valentine’s day.

Ironis karena cinta yang seharusnya hadir setiap saat, nyatanya hanya berlangsung dan dirayakan sehari saja, apalagi dibumbui dengan tragedi maksiat yang berbalut kisah romantis, padahal yang namanya maksiat tetap saja dosa, meski dibalut dengan istilah cinta dan kasih sayang.

Apalagi Cinta dan kasih sayang sepatutnya menjadi penolong di hadapan Pencipta kelak, bukannya malah menjerumus kan pada perbuatan dosa, jangan sampai cinta dan kasih sayang yang suci hanyalah lip service kenyataannya justru ternodai dengan perilaku dusta bertabur dosa pelaku yang tak paham mengenai konsep cinta dan kasih sayang.

Akhirnya bertindak sesuka dan semaunya, memanfaatkan kata cinta dan kasih sayang untuk berbuat dosa, padahal cinta satu malam yang dilakukan nyatanya telah merusak makna cinta dan kasih sayang sesungguhnya.

BACA JUGA :   OTT Sekdis Dikbud Sultra Soal Fee DAK 2018

Sayangnya budaya hedonis valentine’s day terus saja dilanjutkan dan bahkan menjadi kebiasaan di kalangan muda mudi, tidak afdal kalau tidak merayakan, padahal ada sebagian dari pemujanya yang mungkin belum paham asal usul dari valentine’s day, apakah itu murni berasal dari keyakinan dan budaya negerinya ataukah berasal dari keyakinan dan budaya luar?.

Terus saja dirayakan karena nilai fun atau kesenangan di dalamnya apalagi tak dapat dipungkiri bahwa kita hidup dizaman baper, dimana para pemuda pemudi sebagian terlena dengan adegan romantis yang menipu sebagaimana tontonan yang dilihatnya di berbagai media, padahal tontonan romantis hanyalah kisah dalam drama tidak pernah terbukti nyata dalam kehidupan manusia.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co