Derita Uighur, Derita Kita

Penulis : Rima Septiani

(Mahasiswi UHO)

Kaum muslimin ibarat satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang sakit, maka tubuh yang lain pun akanmerasakannya”.  Saat ini pemerintah Cina tengah dihujani kritik dari dunia, atas perlakuan mereka terhadap Muslim Uighur yang dianggap menindas. Perlakuan yang dimaksud adalah seperti menahan, menyiksa dan memaksa muslim uygur untuk keluar dariperkara syariat Agamanya.

Komite PBB mendapat laporan soal ditahannya satu juta warga Uighur dan kelompok  Muslim lainnya di wilayah Xinjiang Barat pada Agustus 2018 lalu. Selama ditahan, mereka menjalani apa yang disebut program pendidikan ulang. Polemik suku Uighur di Cina kini tentu saja menjadi sorotan banyak pihak.(www.tribunnews.com, 2/12/2018)

Derita Muslim Uighur.

Masalah umat ini bukan hanya terjadi di dalam negeri namun juga merambah sampai di luar negeri. Lagi-lagi,  kasus penindasan dan penyiksaan umat Islam saat ini menjadi berita yang mengiris hati. Belum selesai pembantaian massal  kaum minoritas Muslim Rohingya di Myanmar, Muslim minoritas di Uighur Cina Barat mengalami hal serupa. Penindasan dan perlakuan kejam mereka terima atas dalih mencegah diskriminasi.

Jenis pembantaian yang mereka terima sangatlah tak masuk akal. Penguasa Cina menempatkan jutaan Muslim di kamp-kamp konsentrasi atau sel-sel yang penuh dan sesak, mereka dipaksa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengulang secara terus menerus perkataan “ tidak ada yang namanya agama”, Jika mereka menolak, siksaan akan menimpa mereka.  Siksaannya pun  sangat miris. Kuku ditarik, gigi dicopot. Dan mereka  juga menggunakan ular untuk melakukan interogasi. Tidak hanya itu, Mereka pun  dipaksa untuk mencela Islam, mengadopsi ateisme dan berjanji untuk setia pada Negara Cina.

Sesungguhnya, pembantaian kaum Muslimin akan selalu dilaksanakan oleh kaum-kaum pembenci Islam. Mereka tak akan membiarkan umat Islam peduli terhadap agamanya apalagi menjalankan perintah dan larangan Tuhan. Membuat kaum Muslim membenci ajarannya sendiri dengan doktrin yang ditanamkan secara paksa. Inilah yang terjadi sekarang.

BACA JUGA :   Kunjungi Polres Konawe, Kapolda Sultra Minta Sajam dan Miras Diberantas

Kebencian kaum kafir terhadap Islam tidak akan pernah hilang begitu saja. Karena sejatinya, itu adalah tabiat mereka. Berbagai strategi mereka usung agar Islam tak menemui  kebangkitan. Penjajahan fisik dan pemikiran merupakan cara paksa yang mereka rancang untuk menjauhkan ajaran Islam dari benak kaum Muslimin.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co