Diduga Memata-matai Gerakan, Orang Ini Hampir Babak Belur Oleh Penambang

(Foto : Randa - Orang yang diduga mata mata, sementara dibawa keluar oleh polisi dari barisan massa aksi Kamis 24/11/2016) pukul 12: 20 Wita)
(Foto : Randa – Mukanya Blur Warna merah/ Orang yang diduga mata mata , sementara dibawa keluar oleh polisi dari barisan massa aksi Kamis 24/11/2016) pukul 12: 20 Wita)

KONAWE-KALOSARANEWS.COM – Awalnya aksi yang digelar Asosiasi Masyarakat Pertambangan Rakyat (Ampera) berjalan lancar dan hikmat, namun ditenga orasi yang berlangsung. Massa aksi tiba-tiba kacau, hal itu diakibatkan oleh orang yang diduga memata matai pergerakan.Orang yang ditudu mata mata itu diminta oleh ketua Ampera Muh.Hajar untuk keluar dari barisan pendemo, namun orang yang dimaksud itu tidak mengindahkan adanya permintaan tersebut.

BERITA TERKAIT : Ampera, Meminta Agar Pengrusan Izin Tambang C Jangan Dihambat

Muh.Hajar yang sementara pegang mix belum mau menyebutkan nama orang yang mengintai perergerakan mereka, lagi lagi Muh. hajar meminta agar orang yang dimaksud itu keluar, namun orang tersebut masih asik mengabadikan jalannya aksi ditenga kerumunan massa.

Karena ulahnya itu,ketua Formasi itu naik pitam, Muh.Hajar menyebut nama yang ditudu mata-mata itu, sepontan Para penambang golongan C itu langsung melirik orang yang sementara mengambil rekaman video tersebut.

massa aksi tidak lagi terkontrol, orang yang dimaksud matamata itu langsung dikerumuni, sempat di dorong-dorong, namun polisi yang sementara pengawal demo tersebut, langsung membuat barisan untuk menghalau tendangan dan pukulan massa aksi, akhirnya polisi membawa orang tersebut keluar dari halaman kantor DPRD yang menjadi pusat penyampain aspirasi.

Meski polisi telah membawa keluar dari amukan massa, namun pendemo masih mengikutinya, bahkan tendangan dan pukulan yang tak mengenai tubuhnya itu sesering terlihat, hingga ada panggilan dari orator, massa kembali membentuk barisan.

Muh.Hajar menuturkan, bahwa orang tersebut diduga salah seorang dari pendemo yang meminta penambang pasir ditutup karena persoalan izin belum ada. Dia juga menghendus bahwa inisial (Y) itulah yang melapor ke polres untuk ditutup tambang yang operasi di konawe, setelah melapor lalu memintai uang pada para penambang pasir.

“saya menduga orang itu yang melapor ke polres, juga salah satu pendemo yang meminta agar tambang pasir dikonawe untuk ditutup karena tidak memiliki izin, saya juga memiliki bukti permintaan tersebut. ” Katanya

Hajar mengungkapkan, orang tersebut di kenalnya, namun sebelumnya,Ia sudah meminta agar tinggalkan atau keluar dari barisan demo mereka, namun tak di indahkannya. ” saya kenal orang itu, saya sudah minta agar dia keluar dari barisan namun tak di dengarkannya,” turnya.

Meski demikian, aksi tetap berlangsung, hingga massa aksi membubarkan diri, orang yang dimaksud itu, tak terlihat lagi dari barisan
pendemo(Red/Muh.Randa)