Diduga Mengirim TKI Secara Ilegal,PT. AAD Pratama Karya Dipolisikan

KABUPATEN KONAWE – SULAWESI TENGGARA

KALOSAR NEWS,– Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia  (LP3TKI) Sulawesi Tenggara (Sultra), mempolisikan Rosniatin Dodo pemilik PT. AAD Pratama Karya perusahaan yang bergerak dibidang pemberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).  

Pemilik PT. AAD Pratama Karya dilaporkan ke Polres Konawe akibat adanya dugaan pemberangkatan TKI ke Arab Saudi yang dinilai oleh LP3TKI illegal dilakukan, karena perusahaan yang dipimpin Rosniatin Dodo tersebut hanya memiliki izin pengiriman TKI di negara Malasya bukan ke Arab Saudi.

Kepala LP3TKI Sultra, Johanis menuturkan,  pengiriman TKI ke Arab Saudi yang dilakukan oleh Rosmiati Dodo diduga inprosedural. Karena  PT. AAD Pratama Karya milik  Rosmiati Dodo hanya memiliki izin resmi cop order untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di  Malasya pormal sebagai pekerja ladang.

“Kiranya semua pihak masyarakat dapat membantu dengan adanya kasus ini, sehinga menjadi efek jerah bagi semuah makelar TKI,” ungkapnya

Kata Johanis, perusahannya PT. AAD PRATAMA KARYA yang beralamat  Jl. Kapten piere tendean BTN Baruga Lestari blok B. No 3 Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga Kota Kendari seharusnya mengirim perkolompok, namun mengirim secara perseorangan.

”Itu melangar pasal 4 UU tahun 2004 dan UU nomor 18 tahun 2017, pasal 4 tahun 2004 adalah orang perseorangan dilarang menempatkan warga negara indonesia untuk bekerja keluar negeri dan UU nomor 18 tahun 2017 pasal 68 – 69 yang berbunyi orang perorangan dilarang menempatkan warga negara indonesia untuk bekerja keluar negeri,” pungkas Johanis Kamis, (23/8/2018) lalu di halaman Mapolres Konawe.

Sementara itu, Nursida yang mengaku menjadi korban PT. AAD Pratama Karya menuturkan, awalnya dia tidak berkeinginan untuk kerja di luar negeri, namun karena rayuan serta di iming-imingi uang sebesar 6 juta. Maka dirinya tertarik untuk kerja ke Arab Saudi.

BACA JUGA :   Sekngketa Rawa Tinondo, Sekda Koltim : Ironis "Siapa Yang Mati Kutu" Penyelesaian Lahan Masih Berproses

“Setelah saya kerja disana selama beberapa bulan, saya sakit, lalu majikan membawa saya ke dokter, hasil diagnosa dokter, bahwa saya sakit tumor, setelah itu majikan saya mengembalikan saya di kedutaan indonesia di Arab Saudi,” terangnya.