Diduga Tak Kantongi Izin, DPRD Konawe Akan Panggil PT. Modern Cahya Makmur

KABUPATEN KONAWE – SULAWESI TENGGARA

KALOSARA NEWS, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe akan memanggil PT. Modern Cahya Makmur (MCM). Pemanggilan itu untuk mengklarifikasi adanya pengangkutan tanah yang mengandung nikel dari Kabupaten Konawe menuju Kabupaten Konawe Selatan yang didudaga tak mengantongi izin . Hal itu menindaklajuti aspirasi dari konsorsium Lembaga Swadaya Masyarakat Konawe (LSM) saat menggelar aksi pada Kamis, 16/08/2018.

Dalam pernyataan sikap Konsorsium LSM yang dipimpin Imran Leru, Bahwa PT. Modern Cahaya Makmur (MCM) yang berlokasi di Desa Wonuamorome  Kecamatan  Puriala Kabupaten Konawe merupakan perusahaan yang berinvestasi dibidang pertambangan tentu memiliki tanggungjawab terhadap apa yang dimaksud “Community Development” implikasinya adalah tanggungjawab perusahaan tambang pada peran strategis dalam mengembangkan masyarakat Iingkar tambang.

Ketgam : Konsorsium LSM Konawe saat menyampaikan aspirasi di depan kantor DPRD Konawe/foto : Rj Kalosara News

“Bahwa pasal 33 Undang-Undang Dasar tahun I945 dan Pasal I Undang-Undang Nomor 11 tahun I967 tentang ketentuan-ketemuan pokok Penambangan, telah ditentukan.  Bahwa segala bahan galian yang terdapat dalam wilayah hukum pertambangan Indonesia merupakan endapan-endapan alam sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa adalah kekayaan nasional bangsa Indonesia dan oleh karenanya dikuasai dan dipergunakan oleh Negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Kata Imran

Menurut Imran, Bahwa penjualan dan pengangkulan Ord/Nikel yang dilakukan PT. Modem Cahaya Makmur (MCM) tidak hanya cukup dengan mengantongi kuasa penambangan explorasi ataupun produksi.  Tetapi lebih dari itu, ada ketentuan lain yang di isyaratkan undang-undang yang harus dipenuhi dalam proses penjualan dan pengangkutan.

Dalam pernyataan sikap Konsorsium LSM meminta

BACA JUGA :   Anak-anak Terbunuh di Tangan Malaikatnya, Tanggung Jawab Siapa?