Dihantui Stunting, Pertumbuhan Generasi Muda Terbanting

#Zulhilda Nurwulan, S. Pd ,
#Zulhilda Nurwulan, S. Pd ,

Oleh : Zulhilda Nurwulan, S. Pd (Relawan Opini Kendari)


Fenomena stunting merupakan dilema mendasar dalam menciptakan generasi unggul.  Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Hal ini menyebabkan kondisi tubuh anak yang mengalami stunting akan lebih pendek dari anak seusianya serta mengalami keterlambatan dalam berpikir.

Sebagian orang berpendapat jika stunting terjadi akibat kesalahan keluarga terutama pada saat ibu mengandung. Kurangnya pemahaman ibu dalam memenuhi nutrisi anak saat hamil mengakibatkan banyaknya peristiwa stunting di tengah masyarakat. Data WHO menunjukkan, Indonesia berada pada urutan keempat dunia dan kedua di Asia tenggara dalam hal balita stunting.

Hal ini perlu dievaluasi mengingat Indonesia merupakan wilayah subur yang kaya akan sumber daya alam sehingga sangat tidak efisien jika masih banyak balita yang menderita stunting.

Riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan Tahun 2019 mencatat sebanyak 6,3 juta balita dari populasi 23 juta atau 27,7 persen balita di Indonesia menderita stunting. Hal ini sangat jauh dari standar yang diberikan WHO dimana seharusnya berada di bawah 20 persen.

Untuk mencapai target WHO membutuhkan kerja keras tidak hanya dari masyarakat melainkan juga dari pemerintah daerah bahkan negara. Sebagai penjamin dan pelayan, negara mestinya memberikan jaminan dan perlindungan agar keluarga Indonesia mampu tumbuh kembang secara optimal.

Stunting bukan hal sepele. Gangguan ini berdampak jangka panjang jika tidak segera diatasi. Anak yang mengalami stunting akan mengalami gangguan belajar, kemampuan belajar anak menjadi rendah serta anak rentan terhadap penyakit. Sayangnya, mayoritas masyarakat tidak memperdulikan masalah stunting ini.

BACA JUGA :   Bupati, Kapolres dan Kejari Kolut Ikut Menyaksikan Penayangan Film G 30 S PKI

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co