Dikepimimpinan KSK, Konawe Peringkat Satu Serapan APBD Terbaik se-Sultra

Ketgam : Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa secara simbolis menyerahkan bantuan sembako pada lansia
Ketgam : Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa secara simbolis menyerahkan bantuan sembako pada lansia

Peringkat Satu Kategori Serapan APBD Terbaik, Tiga Besar Pengelolaan DD Terbaik

KENDARI – Penyerahan DIPA dan TKDD se-Sultra di Hotel Claro Kendari, Senin (13/12), tampak begitu istimewa bagi Kery Saiful Konggoasa.

Meski berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala DPMD Keni Yuga Permana, pengelolaan keuangan negara di Konawe yang dilakukan sang Bupati Kery Saiful Konggoasa diganjar penghargaan dari pemerintah pusat.

Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Konawe tahun 2021 terbaik ketimbang daerah lain se-Sultra. Konawe bertengger diurutan teratas disusul Konawe Utara (Konut) dan Kolaka Utara (Kolut).

Capaian gemilang lain yang juga ditorehkan Konawe dalam komando Kery Saiful Konggoasa tersebut, yakni penghargaan pemerintah pusat dalam hal pengelolaan dana desa (DD). Pemkab Konawe berada di tiga besar dibawah Kolaka Timur (Koltim) dan Wakatobi.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan menyambut baik capaian positif yang diraih pemkab dari sisi serapan duit negara tersebut. Ia mengaku tak tahu persis apakah ada reward dari pemerintah pusat terkait capaian pemkab Konawe tersebut.

Ferdinand Sapan mengatakan, pemkab punya beberapa strategi dalam mengelola uang negara. Pertama, pemkab melakukan perencanaan belanja duit tersebut pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) secara matang. Dengan perencanaan yang baik, pemkab bisa tahu kapan anggaran pusat tersebut diminta.

“Yang kedua, semakin cepat anggaran itu terserap, berarti perputaran ekonomi dimasyarakat itu juga akan tumbuh,” ujar Ferdinand Sapan, Senin (13/12) dikonfirmasi Kendari Pos.

Hal lain yang juga tak kalah penting, sebut Ferdinand Sapan, ada tiga instrumen pembangunan di Konawe dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan. Pertama, yakni bagaimana memaksimalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan APBN.

BACA JUGA :   KSK jadi Tamu Kehormatan pada Wisuda UT Kendari

Dalam artian, memaksimalkan pendapatan dan belanja APBD dan APBN agar ekonomi itu berputar. Yang kedua, memaksimalkan investasi, baik investasi lokal maupun asing.

“Semakin banyak investasi masuk di Konawe, berarti efeknya berdampak positif. Mulai dari sisi tenaga kerja maupun perputaran ekonomi melalui belanja operasi perusahaan. Entah itu gaji maupun kebutuhan-kebutuhan rutinnya,” sambungnya.

Ferdinand menambahkan, instrumen pembangunan di Konawe yang ketiga, yakni bagaimana memaksimalkan potensi lokal. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Pengembangan sektor unggulan itu terus didorong dalam upaya menggenjot perputaran ekonomi di Konawe.

Hal menggembirakan pun telah dicapai pemkab Konawe. Salah satu contoh konkrit menurut mantan Kepala BPKAD Konawe itu, dalam kondisi pandemi Covid-19 di semester pertama tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Konawe berada di angka 6,4 persen.

“Coba bandingkan dengan daerah lain. Rata-rata Sultra saja minus 1. Makanya yang memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi di Sultra itu adalah Konawe. Itu karena kita punya prinsip (dalam mengelola APBN), serta kita pakai instrumen. Jadi bukan cuma belanja-belanja saja,” timpalnya.

Ferdinand menyebut, duit APBN dikenal dengan istilah dana perimbangan, meliputi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Desa (DD). Katanya, belanja APBD di Konawe saat ini masih didominasi oleh dana-dana transfer. Tahun ini, taksiran dana transfer pusat yang terealisasi di Konawe yakni Rp 1,1 Triliun.

“Jadi kalau APBD kita Rp 1,3 Triliun, itu sebagian besar dari dana transfer pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita di Konawe dibawah Rp 200 Miliar. Kalau DBH dari pemprov Sultra cuma sedikit, sekitar Rp 40 Miliar,” pungkas Ferdinand Sapan. (Red/Asman).

BACA JUGA :   Masalah Kerusuhan di Buteng Ini Tanggapan Humas Polda