Diknas Konawe Sosialisasi Penulisan Ijazah Tingkat SD & SMP

Ketgam : Sosialisasi penulisan Ijazah yang dibuka oleh kepala Bidang Pendidikan Dasar Tira Liambo di aula d Dinas Pendidikan Konawe, Selasa,14/07/2020.
Ketgam : Sosialisasi penulisan Ijazah yang dibuka oleh kepala Bidang Pendidikan Dasar Tira Liambo di aula d Dinas Pendidikan Konawe, Selasa,14/07/2020.

Reporter : RJ | Editor : Armin | Publizher : Iksan


KALOSARA NEWS : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe menggelar sosialisasi Ujian Akhir Sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2019-2020. Selasa,14/07/2020. Adapun peserta dalam kegiatan ini di ikuti oleh para kepala sekolah se-Kabupaten Konawe serta dilaksanakan secara terpisah antara kepala sekolah SD maupun kepala Sekolah SMP. Untuk SD berlangsung selama tiga hari mulai dari hari Selasa hingga hari Kamis yang terbagi zona satu dua dan tiga, sedangkan untuk SMP berlangsung satu hari yakni pada hari Jum’at.

Kepala bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Tira Liambo menuturkan, tujuan di lakukan pelatihan tersebut untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam penulisan ijazah.

Ia berharap, agar dalam penulisan ijazah nanti kepala sekolah untuk betul-betul memperhatikan, karena di tahun ini blanko ijazah sangat terbatas.

“Tadi itu sosialisasi tentang mekanisme penulisan ijazah, jadi penekanannya itu, kepala mempelajari penulisan ijazah, agar di tahun ini tidak ada lagi kesalahan,” kata mantan manager dana Bos Konawe ini.

Dikatakannya, sosialisasi penulisan ijazah dibagi menjadi tiga zona, yakni zona pertama kedua dan zona ketiga. Kenapa itu dilakukan untuk menaati protokol kesehatan covid-19. Untuk di daerah terjauh seperti Kecamatan Latoma, Kecamatan Asinua dan Routa itu akan mengikuti sosialisasi ini pada zona ketiga.

“Dari tahun ke tahun penulisan ijazah ini tidak ada perubahan signifikan, bahkan di tahun ini dia berkurang, karena sudah tidak ada nilai ujian nasional, tinggal nilai ujian sekolah, ” katanya.

Kata dia, 275 sekolah dasar dan 62 SMP negeri dan 5 sekolah swasta akan mengikuti sosialisasi ini. Kalau untuk SMP sejauh ini tidak ada kekeliruan dalam penulisan ijazah. Biasa ada itu dilakukan oleh sekolah dasar. Karena SMP mengacu dari ijazah SD.

“Jadi kalau SMP itu kalau pun ada kesalahan, sungguh terlalu, karena mereka hanya mengikuti dari ijazah SD. Ini yang memang sulit SD,
Yang menyebabkan di SD itu, kadang kepala sekolah mereka yang di atur, oleh orang tua siswa. Ketika mereka mau menulis ijazah datang orang tua untuk mengganti, sementara data PDUN itu belum berubah. Ini kesalahan biasa,” kata Tira.

Harusnya, menurut Tira, jika ada perubahan nama atau lainnya untuk di laporkan ke Dikknas agar bisa di verval secara online. Supaya nama ijazah tersebut bisa sinkron dengan perubahan jika ada.


error: Hak Cipta dalam Undang-undang