, ,

Dilapor di Polda, Kery : Silahkan Laporkan

Ketgam : Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.
Ketgam : Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.

KALOSARA NEWS : Usai di laporkannya di Polda Sultra, oleh aktivis yang mengatasnamakan kelompok Lembaga Pusat Kajian Kebijakan Publik (LPKKP) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Tandowuna, rupanya Kery tidak mau mengambil pusing atas itu.

Menurut orang nomor satu di Konawe itu, ia tidak memiliki niat apapun untuk mengusir pekerja asing ilegal asal China itu yang sementara bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Konawe.

“Saya tidak punya niat apa-apa. Lapor saja. Silahkan. Saya tidak akan pernah takut. Inikan demi kita punya negara. Saya tidak pernah benci orang china, inikan sesuai arahan undang-undang (UU yakni UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yakni tanah dan air dikuasai oleh negara,” kata Kery, Saat ditemui di Kendari.

Saat ini. Lanjut Kery, ia hanya fokus pada bagaimana Konawe bisa lebih meningkat lagi dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi kewajiban VDNI sesuai aturan yang berlaku.

“Sultra punya potensi yang sangat banyak, paling kaya berbeda dengan daerah lain. Tapi apa yang kita dapatkan ? tidak ada. Lingkungan saja yang rusak. Kita bayar pajak dll. Saudara kita yang China disini tidak bayar pajak,” ujarnya.

Tahun pertama, kedua hingga ke empat, kata Kerry, masih bisa dimaklumi jika ada banyak warga China di VDNI, Konawe. Namun, kalau sudah lima hingga tahun ke enam bahkan bertambah banyak, mulai meresahkan.

“Kalau awal kan memang kita butuh teknologi dan pengetahuan dulu. Tapi kalau sudah tahun ke enam malah tambah banyak wah. Ini perlu diperbaiki antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing (TKA),”

Ia membeberkan, dirinya belum lama ini telah bertemu Gubernur Sultra, Ali Mazi dan melaporkan hal ini. Ia berharap, Ali Mazi segera bertindak tegas akan hal ini.

BACA JUGA :   Polda Sultra Gagalkan Sebanyak 10, 800 Kg Narkoba

“Kata Pak gubernur nanti kita atur. Saya juga meminta Ali Mazi untuk memerintahkan Dinas Kehutanan turun langsung melihat lokasi disana yang jalannya sangat jelek. Bayangkan kekayaan kita digunakan tap kita tidak dapat apa-apa. Saya kan hanya penjaga kebun semua yang hanya bisa melaporkan ke gubernur. Jangan sampai satu atau dua tahun kedepan Sultra seperti Sulteng,” tutupnya.

Sebelumnya, Kery Saiful Konggoasa dilaporkan karena dinilai telah melakukan bentuk ujaran kebencian itu dimaksudkan untuk mengusir pekerja asing ilegal asal China yang bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Konawe.

Pada video tersebut, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu membenturkan tubuhnya ke tameng para personel Satpol PP sambil mengisyaratkan Satpol PP harus mampu mengusir TKA ilegal asal China.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co