Dinkes Konawe Diduga Jual Beli Hasil Rapid Test

Ketgam : Sekretaris Dinas Kesehatan, Samsul saat menerima massa aksi
Ketgam : Sekretaris Dinas Kesehatan, Samsul saat menerima massa aksi

Reporter : Rj | Editor : Armin | Publizher : Iksan


KALOSARA NEWS : Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) melakukan unjuk rasa di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe guna memprotes adanya dugaan pembayaran Rp 50 ribu dalam melakukan rapid test terhadap siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang hendak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Selain dugaan pungli yang dilakukan Dinas Kesehatan Konawe, massa aksi yang di pimpin Sumantri juga memprotes petugas medis di dinas setempat dalam melakukan rapit test tidak memperhatikan protocol kesehatan dengan tidak menggunakan Alat Pelinding Diri (APD) dalam melakukan Rapid Test pada siswa-siswi tersebut.

Dalam aksi itu, massa aksi di terima oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Samsul  dalam keterangannya menyampaikan  tidak ada pungutan dalam membuat Rapidt Test, sebab dari pusat mereka telah di intruksikan untuk tidak memungut biaya rapid test  sepeser pun.

“Dari pusat kami sudah di sampaikan tidak ada biaya rapid test, jadi secara pribadi kalau ada yang pungut biaya rapist test itu perbuatan oknum,” kata Samsul menjawab pertanyaan massa aksi di kantor Dinas Kesehatan Konawe. Rabu, 10/07/2020.

BACA JUGA :   Fantastis Demi RSUD Konawe, Utang Capai Rp 231,9 Milyar

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co