,

Direktur RSUD Konawe Akui Adanya Pemotongan Gaji Karyawan

KALOSARA NEWS : Isu tentang pemotongan gaji honorer pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD ) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe dibenarkan oleh pihak Direktur BLUD RSUD Konawe. Rabu 23/1/2019.

Direktur rumah sakit Umum daerah konawe H.Agus Lahida mengatakan bahwa pemotongan gaji honorer tersebut dilakukan karena yang bersangkutan tidak hadir menjalankan tugas. Dan itu berdasarkan dari hasil absensi sidik jari yang disediakan BLUD RSUD Konawe sejak 3 tahun lalu. terangnya

Dimana Jumlah keseluruhan pegawai rumah sakit konawe yaitu 624 orang dengan 148 tempat tidur dan ini adalah salah satu RS tergemuh di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sedangkan untuk jumlah honorer di RS konawe ini berjumlah 392 orang, sementara Alasan pihak rumah sakit memotong gaji karyawannya karena disiplinnya kurang di perhatikan, jadi bukan hanya tidak hadir, ini memang sudah kita sepakati bersama bahwa jika tidak hadir maka akan dilakukan pemotongan empat persen perhari. Karena mereka mendapat upah minimum regional, seorang klining service di gaji dua juta dua ratus ribu rupiah perbulan, kemudian di berikan tunjangan kesehatan BpJS.

Selain itu, Dokter Agus, menambakqn selain diberikan BPJS honoroer di RS Konawe bekerja sama dengan Tugu mandiri dan Bank Muamalat untuk jaminan hari tua karna saya pikir mereka ini anak-anakku semua, maka karena mereka ini sama halnya anak saya maka saya harus berikan ketegasan..

“Kalo anda baik, saya sayang, kalau anda kurang baik maka saya harus tegur, dan berikan sangsi, Kalau ini tidak di tunjang, ini tidak boleh dilakukan yah sudah hukum rimba di pake, tidak usah ada aturan di rumah sakit, kalau itu yang mau diikuti maka saya tidak ada disitu lebih baik saya mundur jadi Direktur Rumah Sakit Konawe. ungkapnya

BACA JUGA :   Dinas Peternakan Disinyalir Kebiri Kegiatan KTNA Konawe

Setelah nantinya di lakulan pemeriksaan oleh IT dan dinyatakan Mesin sidik jari yang bermasalah, RS siap membayar kembali gaji karyawan yang telah dipotong, Kalo mesinya rusak harus dibayarkan haknya, berarti dia hadir, tetapi mesinnya tidak. membaca kehadirannya

Apabila tidak ada ketegasan dari pihak rumah sakit, maka rumah sakit ini tidak akan maju, mengapa tidak, bayangkan apabila ada seorang pasien yang datang berobat di RS Konawe tapi di Loby tidak ada pelayanan maka otomatis dia akan langsung menuju kendari. Inilah akibatnya apabila tidak ada kedisiplinan pada karyawan.

Ini sudah 2019 kita harus tegakkan ini kedisiplinan masa kita mau begini terus, kita mau agreditasi di 2019 ini, terus kita biarkan yang malas terlindungi mungkin karena banyak teman, ataupun dia bekas LSM, atau dia punya keluarga bupati dan wakil bupati baru saya bilang silahkan anda tidak masuk, itukan tidak dibolehkan.

Tapi kalo yang tidak baik mau dilindungi mendingan saya tidak usah disini, lebih baik saya berhenti, Saat apel pun saya sudah sampaikan, setelah di tes mesin apsen sidik jari oleh IT, dan terbukti bermasalah atau rusak maka upah langsung di bayarkan.

Saya berharap anak anak yang bekerja di RS Konawe ini bisa sejahtera, kenapa karena kalau dibandingkan di RS lain itu jauh dari harapan seorang perawat, tapi disimi mereka dapat upah minimum bahkan lebih, perawat bisa dapat samapi 5 juta perbulannya. tutupnya

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co