Dirut RSUD Konawe Utara Diminta Dicopot, Diduga Mainkan Data Pasien Positif Covid-19

Ketgam : Sejumlah massa aksi saat melakukan unjuk rasa di depan RSUD Konawe Utara/Foto : Lin
Ketgam : Sejumlah massa aksi saat melakukan unjuk rasa di depan RSUD Konawe Utara/Foto : Lin

Reporter : Lin | Editor : Randa | Publizher : Iksan

 

KALOSARA NEWS – Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara diminta di copot dari jabatannya, karena diduga mainkan data pasien positif covid-19

Permintaan pencopotan itu datang dari puluhan aktifis yang tergabung dalam front Pemuda Konawe Utara (FPKU-Sultra).

Massa aksi FPKU-SULTRA melakukan orasi di tiga lokasi, aksi pertama berlangsung di halaman RSUD Konut, dihalaman kantor Dinas Kesehatan dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konut.

Massa aksi menduga kuat pihak RSUD Konawe Utara sedang bermain-main data dengan cara membuat data pasien menjadi positif covid-19

Hal ini dibuktikan dengan adanya pasien yang perna melakukan perawatan di RSUD Konut pasien tersebut berjenis kelamin perempuan dengan inisial SH sempat menjalani perawatan selama dua hari sampai akhirnya pasien tersebut meninggal akibat penyakit yang dideritanya, yaitu penyakit perut, tumor dan kekurangan darah.

Usai dikebumikan pada hari Sabtu Agustus 2021, setelah hari Senin, 16 Agustus 2021 almarhuma dinyatakan positif covid-19 oleh pihak rumah sakit.

Atas dasar itu, massa aksi yang FPKU-SULTRA menyangkan rumah sakit yang berada di wilayah Konawe Utara saat ini sangatlah jauh dari apa yang menjadi tujuan dasar dari sebuah rumah sakit pada umumnya,

Dalam orasinya Sujasman mengatakan, “hari ini telah terbukti, pasien yang meninggal dunia akibat menderita biasa, kenyataannya pihak rumah sakit Konut menyatakan bahwa pasien tersebut fositif covid-19, ada apa ini” ungkapnya.

“Untuk itu kami minta kepada pihak terkait agar segera mencopot dr. Dewi dari jabatannya sebagai direktur RSUD kab. Konut”tambahnya. Kamis,19/08/2021.

Sementara itu, Safar Khilafa dalam orasinya menyampaikan kekecewaan terhadap pihak RSUD Konut dalam hal ini direktur utama RSUD dr. Dewi yang dianggap tidak mampu memimpin rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang optimal terhadap masyarakat.

Masa aksi juga menuntut dinas kesehatan untuk segera merekrut tenaga medis maupun tenaga perawat yang sesuai bidangnya untuk ditempatkan di rumah sakit umum daerah konut, dengan harapan agar pelayanan di RSUD Konut dapat berjalan sesuai prosedur kesehatan.


 

BACA JUGA :   Polemik Ruang Kerja DPRD Konawe, Begini Tanggapan Anggota

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co