DPMD Koltim Warning Camat Penjabat Lebih Dari 1 Desa

KABUPATEN KOLAKA TIMUR-SULAWESI TENGGARA

KALOSARA NEWS : Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) memberikan warning kepada camat yang merangkap sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Desa.

Kepala Dinas DPMD Hanaruddin mengaku tidak ingin kecolongan seperti tahun lalu soal adanya camat yang menjadi Pelaksana Jabatan (PJ) Kepala Desa hingga beberapa desa.

“Saya tidak ini ingin kecolongan seperti tahun sebelumnya, banyak pj kades yang menjabat tapi pas selesai Lapran Pertanggung Jawaban (LPJ) nya tidak di buat,  akhirnya merepotkan Kepala Desa  yang terpilih,” terangnya Senin, ( 30/10/2017).

Kata Hanaruddin, jadi tahun ini pihkanya akan disiplin dalam memberikan rekomendasi PJ kepala desa, mengingat tahun 2017 akan ada 35 desa yang akan berahir masa jabatannya.

“Terkait pj desa harus melalui proses wawancara dan harus di buatkan pernyataan bahwa sanggup tidak menyalah gunakan anggaran ADD dan DAD,  serta dalam pernyataan itu setelah berakhir masa jabatannya harus menyelesaikan laporan pertanggungjawaban ADD dan DAD, karena PJ desa ini berasal dari PNS yang di usulkan oleh camat, “ kata Hanaruddin

Dikatakannya, sementara rencana untuk pemilihan kepala desa baru akan di lakukan pada bulan Nopember 2018, itu pun kalau tidak ada kendala lainnya.

“ Kalau tidak ada aral melintang. Tahun 2018 sekitar bulan November akan di langsungkan pilkades serentak di Kolaka Timur, baik yang berakhir jabatan kadesnya tahun 2017, 2018 dan 2019 dan itu melalui proses sehingga nanti pelantikanya serentak.” pungkas Hanaruddin  kepada wartawan Kalosara News

Ia menuturkan, untuk agenda persiapan pejabat Kades di Koltim sudah mulai ia rancang ada 29 desa yang akan berakhir di tahun 2017, Ia menegaskan bahwa camat tidak boleh menjabat lebih dari satu desa dalam menjadi pelaksana desa.

Reporter : Irwandar

Editor : Redaksi

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co