DPRD Akui Ekonomi Konawe Terus Tumbuh

Ketgam : Ketua DPRD Konawe, Dr.H. Ardin,S.Sos.,M.Si saat wawancara
Ketgam : Ketua DPRD Konawe, Dr.H. Ardin,S.Sos.,M.Si saat wawancara

KONAWE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengakui pertumbuhan ekonomi Kabupaten Koanwe terus tumbuh berkembang, hal itu ditandai dengan tingginya Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Tahun 2021 atau Selama 4 tahun berturut-turut.

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Konawe Tertinggi Se-Sultra hingga Tahun 2021. Selama 4 tahun berturut-turut Konawe menjadi daerah dengan kinerja pertumbuhan ekonomi tertinggi ditopang empat sektor yaitu pertanian, pertambangan, industri pengolahan dan konstruksi. Hal ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

 

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat panen padi di Kec.Pondidaha/foto.Doc.www.kalosaranews.com
Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat panen padi di Kec.Pondidaha/foto.Doc.www.kalosaranews.com

Ketua DPRD Kabupaten Konawe, Dr. Ardin mengatakan capaian PDRB Kabupaten Konawe selama 4 tahun berturut-turut, berdasarkan data statistik provinsi Sultra selama 4 tahun terakhir (2018 – 2021) terus mengalami pertumbuhan yang positif yakni tahun 2018 sebesar 10,70 persen, 2019 sebesar 11,84 persen, 2020 sebesar 6,42 persen dan tahun 2021 sebesar 6,51 persen

“DPRD memberikan apresiasi terhadap kinerja -kinerja pemeritah, bisa kita liat secara statistik. data statistik itukan bukan bupati yang keluarkan tapi BPS Sultra yang tentunya melalui kaidah – kaidah dan metode ilmiah dan mereka menempatkan tingkat PDRB tertinggi di Sultra dan bahkan melampaui PDRD provinsi Sultra dan bahkan PDRB nasional” jelas Dr. Ardin.

 

Kata dia, pihaknya apresiasi baik capaian itu, tentunya kalau ada kekurangan- kekurangan pihaknya sudah sampaikan sebelumnya akan lakukan evaluasi- evaluasi yang terukur.

“kita akan lakukan evaluasi- evaluasi yang terukur. evaluasi terukur itu artinya apa yang menjadi obyek yang perlu kita amati atau kritisi dan berikan penilaian” ujarnya.

error: Hak Cipta dalam Undang-undang