DPRD Konsel Menyoroti Limbah PT CAM yang Meresahkan Warga

Reporter : Satriani | Editor : Armin | Publizher : Iksan


KALOSARA NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tindak lanjut pengaduan masyarakat terkait dampak lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT Cipta Agung Manis (PT. CAM) di aula DPRD. Rabu 02 Juni 2021

Wakil Ketua DPRD Hj. Hasnawati membuka rapat dengar pendapat antara komisi II DPRD Kab. Konsel dengan PT. CAM.

Perwakilan masyarakat Adi yusuf mengatakan bahwa pihaknya sangat terganggu dengan adanya PT. CAM karena radius limbahnya tercemar sampai di rumah warga.

Kata dia banyak tanaman mereka yang tercemar akibat PT. CAM. Seharusnya Pemda jangan lemah pengawasan. Juga harus ada payung hukumnya.

 

“Mohon di buatkan Perda. Serta mereka ingin solusi terbaik dari masalah ini,” katanya.

Sementara itu mewakili PT CAM Suparlan menuturkan terkait masalah limbah, sampai saat ini PT.CAM belum membuang limbah. Dari sampel limbah di buang kekolam sebesar 70%, kemudian dari kolam ini dimasukkan dikolam kedua sebesar 30% sebagai tempat pembiakan bakteri dengan diberi kotoran sapi sebagai bahan makanan untuk bakteri dengan harga kotoran sapi Rp. 200 per/kg.

Kemudian lanjut Suparman dari hasil pembiakan bakteri ini yang berbau di masyarakat kemudian dari hasilnya digunakan sebagai bahan biogas. Dimana ada dua limbah yaitu limbah padat dan cair.

“limbah cair ini yang berbau dari PT. CAM, tidak pernah membuang disungai dan ditampung didalam 8 bak kolam dengan 1 bak kolam =»10.000 meter/kubik,”jelasnya.

Menanggapi hal itu, Tasman Lamuse PT.CAM limbah tidak pernah di buang tetapi masyarakat membantah bahwa kali Roraya sudah tercemar dan perlu diluruskan dan akan ditinjau langsung di lapangan.

BACA JUGA :   Raih 8 Kursi, Ketum DPP PAN Silahturahmi Ke Sultra

“Ini bukan masalah teori nya tetapi faktanya bahwa bau limbah PT.CAM sudah sangat mengganggu masyarakat sekitarnya,” kata Tasman

Budi Sumantri menambahkan terkait dengan limbah PT.CAM benar mengganggu karena walaupun menggunakan masker bau limbah masih tercium dan sangat menyengat.

“Saran kami bagaimana untuk menghilangkan bau limbah tersebut. Terkait dengan Perda RTRW bahwa kecamatan Andoolo bukan kawasan industri sehingga PT.CAM dapat dianggap melanggar Perda karena masuk pada wilayah yang bebas dari kawasan pabrik dan industri,” tambah Budi yang merupakan anggota Komisi II DPRD Konsel.

Selain itu Wawan Suhendra menegaskan kepada PT.CAM diminta memperhatikan masyarakat agar daerah mereka tidak tercemar dan diharapkan komitmen/kontribusi dari PT.CAM dan memberi kompensasi dari PT.CAM kepada masyarakat.

“kami akan bertanya berapa lama/bulan waktu yang dapat PT.CAM lakukan untuk menghilangkan bau yang mengganggu masyarakat? Serta dalam hal ini lingkungan hidup juga diharapkan berpihak kepada masyarakat,” tegas Wawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Riswan Mangidi menjelaskan bahwa untuk tahun 2021 lingkungan hidup tidak mempunyai anggaran dibidang pengawasan. Pencemaran yang terjadi adalah pencemaran udara dan PT.CAM tidak pernah melapor, nanti pada saat diminta laporannya baru laporannya dimasukkan dan tidak ada evaluasi dari PT.CAM terkait perkembangannya.

Harusnya kata Riswan ada kompensasi yang harus dilakukan oleh PT.CAM agar ada perubahan atau peningkatan dalam perbaikan. Di tahun 2020 pihaknya sudah turun lapangan terkait aduan masyarakat saat itu.

“jarak kolam penampungan dengan kali roraya berjarak 400 meter dan tidak terjadi pencemaran/rembesan dan air tidak tercemar dikali roraya, juga diambil oleh pihak pabrik sebagai bahan air minum mereka. PT.CAM yang dilakukan secara teknis sudah benar, tetapi faktanya masih berbau oleh kawasan itu, diharapkan PT. CAM lebih arif dan bijaksana dalam menangani bau yang dihasilkan dari hasil pengolahan ubi dan menjadi tepung tapioka.”jelasnya.

BACA JUGA :   Menyoal Fenomena Kekeringan Ekstrim

Ditambahkannya PT.CAM tidak  mempunyai ahli di bidang limbah jadi sulit untuk menyelesaikan persoalan ini dan diberikan deadline waktu dalam menyelesaikan persoalan pencemaran/bau limbah.


 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co