DPRD Konsel Mulai Reses Kumpul Aspirasi di Empat Dapil

Ketgam : Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo memberikan sambutan pada reses di Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat/foto : Humas DPRD Konsel
Ketgam : Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo memberikan sambutan pada reses di Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat/foto : Humas DPRD Konsel

Ketua DPRD Reses di Dapil

Reses Masa sidang I untuk tahun 2021 kembali dilaksanakan oleh DPRD Konsel.

Saat reses Dewan, warga Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) meminta perbaikan infrastruktur dan sarana prasarana, bidang pendidikan, sosial, kesehatan, serta pertanian.

Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo mengatakan, usulan masyarakat dalam reses didominasi bidang infrastruktur dasar berupa pembangunan jalan di sejumlah desa. Seperti pengaspalan jalan usaha tani di Desa Onewila, pembukaan jalan perkuburan Desa Duduria, pengaspalan jalan Desa Amokuni dan Desa Opaasi, pengaspalan jalan Desa Tunduno serta pengaspalan jalan dari Benua ke Desa Kosambi.

“Habis itu, pembangunan balai desa Onewila, pembangunan pasar Landono, permintaan sumur bor di masjid  Arongo dan beberapa titik di dapil yang ada,” kata Irham saat ditemui di Andoolo, Rabu (24/2/2021).

Di bidang pertanian, beberapa masyarakat juga mengharapkan bantuan bibit sambung pucuk, serta permintaan pendistribusian bantuan pupuk.

“Sedangkan di bidang pendidikan, usulan masyarakat di antara nya mengenai permintaan penambahan gedung dan rehab kantor SMPN 29 Konsel,” paparnya.

Sementara untuk di bidang sosial,  permintaan kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi perhatian, seperti bantuan rumah ibadah di Desa Abeko, bantuan rumah tidak layak huni di desa Tunduno.

“Kalau di bidang kesehatan yaitu, pelaksanaan stunting, KB yang belum terlaksana dengan baik, kesejahteraan tenaga sukarela agar diperhatikan dengan memberikan insentif di Puskesmas Benua. Saya kira semua usulan sementara yang masuk, masih seputar kebutuhan dasar kita semua, tentu ini akan menjadi perhatian kita untuk kita perjuangkan,” terangnya.

Terhitung tanggal 19-28 Februari DPRD Kabupaten Konsel Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukakan kegiatan Reses Masa Sidang ke-I tahun 2021. Masa reses ini menjadi media bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi konstituennya, menerima pengaduan dan gagasan yang berkembang di setiap daerah.

Permintaan Masyarakat Dapil II Serba Prioritas

Reses pertama untuk tahun 2021 itu digelar secara berkelompok. Semisal di Dapil II Konsel yang meliputi 8 kecamatan. Dari 10 keterwakilan, dibagi menjadi dua kelompok.

Ramlan sendiri yang merupakan ketua Fraksi Partai Demokrat turut menyerap dan menjaring aspirasi pada empat kecamatan, yakni Basala, Benua, Angata dan Mowila.

Diuraikan mantan jurnalis senior itu, khusus di Kecamatan Benua, beberapa desa mengusulkan pembangunan inprastruktur jalan, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jalan Usaha Tani (JUT), pembangunan IGD Puskesmas Benua serta pengadaan mobil Ambulance.

Sementara di Kecamatan Basala, lanjut ayah satu anak ini,  banyak masyarakat mengelukan susahnya mendapat pupuk bersubsidi. Keluhan lain adalah normalisasi sungai Aporo yang saat musim hujan kerap meluap dan membanjiri pemukiman tiga desa seperti Lipumasagena, Desa Polo Pololi dan Desa Basala. Ditambah usulan sama di kecamatan lain.

BACA JUGA :   Hadiri Halal Bihalal di Kecamatan Andoolo, Bupati Konsel Janji Jalan Akan Diperbagus

“Semua aspirasi akan diinventarisir mana paling skala prioritas untuk kemudian kami usulkan dan mengawal mulai dari tingkat musrembang kabupaten hingga masuk dalam RKPD 2022,” ujarnya.

Sebenarnya, tambah Ramlan, setiap aspirasi masyarakat pasti penting dan prioritas, hanya saja, bukan hanya satu  desa maupun kecamatan di Konsel yang mengusulkan. Terdapat ratusan desa dari 25 Kecamatan di Konsel yang juga mengajukan permintaan, sementara, lanjut dia, anggaran di Konsel sangat minim untuk mengakomodir keseluruhan permintaan.

“Itulah kenapa harus dipila pilih yang paling prioritas, kita berharap masyarakat bisa memaklumi itu, kita akan terus carikan jalan, kawal satu persatu permintaan hingga terwujud, itu komitmen kami. Sekarang ini lagi Covid, anggaran juga banyak diarahkan untuk penanganan Covid,” tandas pria kelahiran Kecamatan Angata itu.

Wakil Ketua Komisi II Geram saat Ikut Musrembang Kecamatan

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrembang) Kecamatan yang dilaksanakan di aula Kecanatan Angata, Kabupaten Konsel sedianya berjalan sesuai yang diharapkan. Senin, 22/02/21 di Kantor Kecamatan Angata.

Tapi anggota DPRD, yang tak lain adalah Ketua Fraksi Demokrat Konawe Selatan nampak naik tanduk saat melihat peserta musrembang tersebut tidak dihadiri Kepala Dinas.

Kata anggota DPRD Daerah Pemilihan II itu, Musrembang Kecamatan yang di laksanakan saat ini adalah proses perencanaan Tahun Anggaran 2022, Karena itu, Pimpinan OPD harusnya hadir dan tak mewakilkan kepada staf.

Ramlan ingin, Musrembang Kecamatan bukan hanya ajang mengugurkan kewajiban.

“Kalau saya mereview dari tahun lalu itu tidak ada yang  terakomodir usulan masyarakat,  kalau begini terus saya pastikan tidak akan lagi ada yang menghadiri musrembang tingkat Kecamatan,” ujar Ramlan dengan nada kesal.

Ramlan juga menilai, dari sekian banyak usulan masyarakat tahun lalu, tak satupun diakomodir oleh Pemda. Sehingga besar kemungkinan, lanjut dia, proses perencanaan dilakukan sepihak oleh SKPD tanpa memperhatikan usulan masyarakat saat Musrembang.

“Untuk itu saya sampaikan Ketua Tim Musrembang agar bisa memperhatikan usulan masyarakat yang sipatnya skala prioritas, minimal ada yang diakomodir, termasuk list usulan yang telah diasistensi kami minta sebagai bahan kami untuk memastikan usulan masyarakat terproses atau mendek di musrembang kecamatan,” tandasnya. (AK)

Wakil Ketua I DPRD Konsel, Armal Reses di Dapil IV

Reses anggota DPRD Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) masa sidang I tahun 2021 sesuai jadwal telah selesai dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2021 lalu.

Khusus anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) IV dilaksanakan langsung ke desa-desa sebagai konstituen masing-masing anggota.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Ketua I DPRD Konsel, Armal saat ditemui diruang kerjanya, Senin (01/3/2021).

BACA JUGA :   Disnaker Konsel : Angka Pengangguran di Konsel Terus Menurun

Dia pribadi, kata Armal, melaksanakan reses dengan mengambil titik di Desa Wonua Kecamatan Moramo. Aspirasi yang diusulkan masyarakat adalah sarana prasarana produksi pertanian (Saprodi).

“Jadi yang mereka usulkan itu adalah Saprodi, bantuan pupuk termasuk juga jalan usaha tani (JUT), serta bantuan bibit,” kata Armal.

Serta, lanjut politisi partai Gerindra Konsel ini, pihaknya juga menerima usulan bibit nilam serta alat penyulingannya. “Karena mereka menilai prospek tanaman nilam saat ini lagi bagus-bagusnya,” tandasnya.

Untuk di Desa Wonua Kecamatan Moramo, sambung dia, apa yang mereka usulkan sudah terakomodir. “Alhamdulillah sudah terakomodir yang mereka usulkan tahun 2020 lalu,” pungkasnya.

Selain itu, tambah Armal, usulan yang paling prioritas bagi masyarakat pesisir adalah bantuan sosial (Bansos) ke kelompok masyarakat. “Jadi masyarakat pesisir disana minta di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) seperti pengadaan katinting, jaring apung, serta karamba apung,” ujar Armal menambahkan.

Didapil I, Anggota DPRD Kembali Dimintai Perjuangkan Tower Jaringan dan Alat Pertanian

Reses masa sidang I Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konsel kembali dijalani.

Masing-masing anggota dewan kembali menyerap aspirasi di dapil masing-masing. Salah satunya Nilda, S.Pt

Sekretaris fraksi Golkar DPRD Konsel itu menjaring aspirasi di dapil I yang terdiri dari Kecamatan Tinanggea, Lalembuu, Andoolo, Andoolo Barat, dan Buke.

Saat reses, Nilda bersama anggota se dapilnya kembali disuguhi keluhan yang sama seperti masa reses sebelumnya.

Dimana, Tower jaringan, bantuan alat pertanian dan pupuk menjadi permintaan paling sering disampaikan masyarakat.

“Mereka keluhkan masih yang kemarin, Karena tahun kemarin belum terakomodir kan kita tahu ada revocusing anggaran karena Covid,” bebernya.

“Sekarang lagi musrenbang, kita sengaja reses duluan supaya terkoneksi usulan masyarakat di musrenbang, semua usulan masyarakat kita tampung dan usulkan ulang di dinas terkait saat Musrembang,” ujarnya.

Nilda mengaku akan mengawal aspirasi itu hingga dapat diakomodir, akan tetapi, dia juga meminta masyarakat tetap bersabar bila dikemudian hari hanya sebagian saja, bahkan tidak satupun belum terakomodir oleh Pemda.

Sebab, lanjut dia, Konsel memiliki keterbatasan anggaran. Sementara, tingkat kebutuhan masyarakat jauh dari kesiapan anggaran.

“Setiap aspirasi masyarakat pasti penting dan prioritas, hanya saja, bukan hanya satu  desa maupun kecamatan di Konsel yang mengusulkan. Terdapat ratusan desa dari 25 Kecamatan di Konsel yang juga mengajukan permintaan, sementara anggaran di Konsel sangat minim untuk mengakomodir keseluruhan permintaan. Kita berharap masyarakat bisa memaklumi itu, kita akan terus carikan jalan, kawal satu persatu permintaan hingga bisa terwujud,” tandasnya.

BACA JUGA :   Surunuddin Pimpin Upacara Peringatan HSP ke-91

Didapil III, Masyarakat
Mengeluhkan Sulitnya Jaringan

Sejumlah masyarakat di Kabupaten Konawe Selatan mengeluhkan proses pembelajaran daring. Hal ini terungkap saat reses anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Nadira dan beberapa anggota lainnya di daerah pemilihan III, akhir pekan ini.

Menyikapi hal tersebut anggota DPRD Kabupaten Konsel Nadira mengatakan, kondisi wilayah yang terpencil, tidak adanya jaringan dan kurangya literasi internet para orang tua untuk mengoperasikan telepon cerdas masih menjadi kendala utama.

Selain itu katanya, sebagian besar masyarakat yang ditemuinya saat reses mengaku tak mampu membeli telepon berbasis android untuk mendukung peserta didik menerima materi pelajaran.

“Dalam reses yang saya lakukan kami mendapatkan keluhan masyarakat terkait pembelajaran daring. Ini disebabkan masyarakat yang tidak mampu membeli handphone android dan ada juga sudah mampu membeli handphone tetapi tidak mampu menggunakannya,”jelasnya, pada kendariaktual.com, Minggu (28/2/2021).

Kendala lain yang ditemukannya, ada beberapa ibu-ibu yang tidak bisa membaca sehingga tidak bisa mengajarkan anaknya baca tulis. Kondisi seperti ini  haruslah disikapi sebab hal ini akan bisa menghasilkan anak yang buta baca dan tulis.

Nadira menyebut beberapa desa yang memiliki kendala jaringan, diantaranya Desa Alakaya, Ululakara, Wawouru dan beberapa desa yang ada di kecamatan Baito.

“Jadi selama proses belajar Daring diterapkan, mereka harus mencari titik yang memiliki jaringan bagus, padahal mereka dilarang berkerumun,” paparnya.

Persoalan jaringan internet di Konsel memang masih menjadi persoalan masyarakat disebagian besar dwilayah itu. Daerah yang terdiri dari 336 desa tak miliki sebaran jaringan yang merata sebab sebagian besar kondisi dataran daerahnya berbukit. Merespon hal ini, Ketua DPD partai PAN Konsel ini berjanji, DPRD setempat akan mengupayakan hal ini ke pemerintah pusat untuk mencari solusinya.

“Karena ini kebijakan nasional kami akan konsultasi ke kementrian terkait masalah persoalan belajar daring ini agar bisa di beri kebijakan. Seperti, khusus anak murid kelas satu bisa belajar tatap muka. Termasuk, kami meminta kepada pemerintah pusat melalui Kominfo untuk di siapkan BTS (Base Transceiver Station) atau tower jaringan yang areanya masih belum memadai,” ungkapnya.

Reses DPRD konsel di Dapil tiga digelar di sepuluh titik yang dimulai dari tanggal 12 hingg 20 februari. Selain persoalan pendidikan DPRD setempat juga menerima keluhan insfrastruktur jalan, pengairan serta fasilitas pertanian. Nadira bersama rombongan lainya diantaranya Ansari Tawulo, Sabri Taridala, Andi Achmad, Arno Silondae, Sutiono, Marwan, A.Haris, Erman serta Syaripudin Pariwusi kesemuanya merupakan anggota DPRD dari Dapil tiga.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co